Pelaku Pembunuhan Karyawan Sawit di Kayong Utara Tewas Setelah Ditangkap Polisi
kalbarnews.web.id KAYONG UTARA — Perburuan panjang terhadap pelaku pembunuhan karyawan perusahaan sawit di Kabupaten Kayong Utara akhirnya berakhir. Polisi berhasil menangkap seorang pria yang diduga menjadi pelaku utama pembunuhan sadis terhadap Mirawati, karyawan PT Cus, yang ditemukan tewas di mess perusahaan dengan kondisi berlumuran darah. Namun, tak lama setelah ditangkap, pelaku dikabarkan meninggal dunia.
Kasus ini sempat menghebohkan warga sekitar karena korban dikenal ramah dan tidak memiliki musuh. Kejadian berdarah itu membuat banyak pekerja perkebunan di daerah Lubuk Batu, Kecamatan Simpang Hilir, merasa takut dan cemas. Setelah beberapa minggu penyelidikan, aparat kepolisian akhirnya berhasil menemukan jejak pelaku di wilayah Kalimantan Tengah.
Menurut keterangan resmi dari Kepolisian Resor Kayong Utara, tersangka yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) itu ditangkap oleh tim gabungan di wilayah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Penangkapan dilakukan di kawasan Simpang Sukamara, sekitar kilometer 14, yang berada di Kelurahan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik.
Penangkapan Hasil Koordinasi Antarwilayah
Kasat Reskrim Polres Kayong Utara, Iptu Hendra Gunawan, membenarkan kabar penangkapan tersebut. Ia mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari anggota Polres Kayong Utara dan Polda Kalbar telah melakukan koordinasi intensif dengan jajaran kepolisian di Kalimantan Tengah untuk memburu pelaku.
“Iya benar, pelaku sudah berhasil ditangkap oleh tim gabungan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah,” ujar Hendra dalam keterangan resminya. Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama masyarakat yang memberikan informasi penting mengenai keberadaan pelaku.
Menurutnya, tim gabungan langsung bergerak setelah mendapat laporan dari warga yang melihat seseorang dengan ciri-ciri mirip DPO Polres Kayong Utara sedang berada di daerah tersebut. Setelah memastikan identitasnya, polisi segera melakukan penangkapan tanpa perlawanan berarti.
Pelaku Meninggal Dunia Setelah Diamankan
Namun, kabar penangkapan itu diikuti oleh berita mengejutkan lainnya. Tidak lama setelah diamankan, pelaku dilaporkan meninggal dunia. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian tersangka tersebut.
Beberapa sumber di lapangan menyebutkan bahwa pelaku sempat mengalami kondisi lemah saat dibawa menuju pos polisi untuk pemeriksaan awal. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat menjalani pemeriksaan mendalam oleh penyidik. Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematiannya.
Kematian pelaku ini menambah daftar panjang kasus kriminal yang berakhir tragis. Polisi memastikan, meskipun pelaku sudah meninggal, penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
Kronologi Kasus yang Menggemparkan
Kasus pembunuhan Mirawati berawal dari laporan warga yang menemukan korban tak bernyawa di mess karyawan perusahaan kelapa sawit di wilayah Lubuk Batu, Kecamatan Simpang Hilir. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka di tubuhnya. Dari hasil penyelidikan awal, diduga kuat korban dibunuh oleh rekan kerja yang memiliki masalah pribadi dengan dirinya.
Tim forensik yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan beberapa barang bukti, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Dari hasil penyelidikan, polisi mengantongi identitas terduga pelaku dan segera mengeluarkan surat penetapan DPO.
Sejak saat itu, polisi melakukan pengejaran lintas daerah hingga akhirnya berhasil menemukan jejak pelaku di Kalimantan Tengah. Diduga, pelaku sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran petugas.
Reaksi Keluarga dan Warga Setempat
Kabar tertangkapnya pelaku disambut lega oleh keluarga korban dan warga sekitar. Mereka mengaku bersyukur karena proses hukum berjalan cepat dan pelaku berhasil ditemukan. Meski begitu, kabar kematian tersangka menimbulkan tanda tanya baru bagi sebagian masyarakat.
Salah satu warga Lubuk Batu, Siti Rahma, mengatakan bahwa masyarakat sebenarnya ingin mengetahui motif lengkap di balik pembunuhan tersebut. “Kami semua sedih dan masih tidak percaya Mirawati meninggal dengan cara seperti itu. Tapi kami juga ingin tahu kenapa pelaku bisa meninggal begitu cepat setelah ditangkap,” ujarnya.
Keluarga korban juga meminta pihak kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan agar kasus ini bisa benar-benar tuntas. Mereka berharap hasil otopsi terhadap pelaku dapat mengungkap penyebab kematian dan memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat.
Komitmen Polisi untuk Melanjutkan Penyelidikan
Pihak kepolisian menegaskan bahwa meskipun pelaku utama telah meninggal dunia, proses penyelidikan tidak akan berhenti. Polisi masih akan mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk apakah ada yang membantu pelaku melarikan diri dari Kayong Utara menuju Kalimantan Tengah.
Kasat Reskrim Iptu Hendra juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang membantu proses pelacakan dan memberikan informasi penting selama pencarian berlangsung. Ia menegaskan bahwa setiap laporan warga sangat membantu kepolisian dalam menuntaskan kasus-kasus kriminal berat di wilayah tersebut.
Penutup
Kasus pembunuhan di Kayong Utara ini menjadi pengingat bahwa tindakan kriminal tidak akan pernah lepas dari pengawasan hukum. Meskipun pelaku akhirnya meninggal dunia, keadilan bagi korban tetap menjadi prioritas utama aparat penegak hukum.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan terus bekerja sama dengan aparat untuk menjaga keamanan lingkungan. Kejadian ini juga diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa kekerasan bukanlah solusi dari konflik pribadi. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini hingga semua fakta terungkap secara transparan kepada publik.

Cek Juga Artikel Dari Platform indosiar.site
