Dandim Mempawah Imbau Warga Tahan Euforia Malam Tahun Baru

Perayaan malam Tahun Baru kerap identik dengan keramaian, konvoi kendaraan, hingga pesta kembang api. Namun di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, suasana tersebut diimbau untuk dijalani dengan lebih sederhana dan penuh kesadaran sosial. Komandan Kodim 1201/Mempawah, Kodim 1201/Mempawah, Letkol Czi Ali Isnaini, secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak larut dalam euforia berlebihan saat pergantian tahun.

Imbauan tersebut disampaikan dalam apel kesiapan pengamanan malam Tahun Baru yang digelar di halaman Mapolres Mempawah. Apel ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk menegaskan komitmen bersama menjaga keamanan, ketertiban, dan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Apel Pengamanan sebagai Pesan Moral

Apel kesiapan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolres Mempawah, Ketua DPRD Mempawah, Danyon Marhanlan, serta Kepala Kejaksaan Negeri Mempawah. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan bahwa pengamanan malam Tahun Baru bukan hanya tugas aparat tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan daerah.

Dalam arahannya, Letkol Czi Ali Isnaini menekankan bahwa aparat keamanan harus bertindak secara humanis, profesional, dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat bukan untuk menakut-nakuti, melainkan memberikan rasa aman sekaligus edukasi persuasif.

“Personel pengamanan harus menjadi wajah negara yang menenangkan. Kita hadir untuk melindungi, mengayomi, dan mengingatkan masyarakat dengan cara yang baik,” ujarnya di hadapan ratusan personel gabungan.

Imbauan Tidak Konvoi dan Nyalakan Kembang Api

Salah satu poin utama yang ditekankan Dandim adalah larangan moral bagi masyarakat untuk melakukan konvoi kendaraan dan menyalakan kembang api. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, serta keresahan bagi warga lainnya.

Konvoi kendaraan, terutama yang dilakukan secara ugal-ugalan, kerap memicu kemacetan, kebisingan, hingga bentrokan antar kelompok. Sementara kembang api, selain berisiko menimbulkan kebakaran, juga sering kali mengganggu ketenangan lingkungan.

Namun, alasan Dandim bukan semata soal ketertiban teknis. Ia mengajak masyarakat melihat perayaan Tahun Baru dari sudut pandang empati sosial yang lebih luas.

Menahan Euforia demi Empati Kemanusiaan

Letkol Czi Ali Isnaini mengingatkan bahwa di saat sebagian masyarakat bersiap menyambut Tahun Baru dengan suka cita, saudara-saudara di wilayah lain, khususnya di Sumatera dan Aceh, masih menghadapi dampak bencana alam. Banyak warga kehilangan rumah, harta benda, bahkan anggota keluarga.

Dalam konteks tersebut, ia menilai perayaan yang terlalu hingar-bingar dapat mengikis rasa empati dan solidaritas nasional.

“Kita boleh bersyukur menyambut tahun baru, tetapi jangan kehilangan rasa kemanusiaan. Tahan euforia, jaga keamanan, dan tunjukkan empati,” tegasnya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa pergantian tahun seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pesta, tetapi juga sebagai momen refleksi, kepedulian, dan doa bagi sesama.

Peran Aparat sebagai Edukator Publik

Dalam apel tersebut, Dandim juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif kepada masyarakat. Aparat di lapangan diharapkan tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga mampu menjelaskan alasan di balik imbauan yang diberikan.

Dengan komunikasi yang baik, masyarakat diharapkan memahami bahwa larangan konvoi dan kembang api bukan untuk membatasi kebahagiaan, melainkan untuk menjaga keselamatan bersama.

Pendekatan humanis ini juga sejalan dengan upaya membangun kepercayaan publik terhadap aparat keamanan. Ketika masyarakat merasa dihargai dan dipahami, kepatuhan terhadap imbauan pun akan tumbuh secara alami.

Komitmen Forkopimda Jaga Malam Tahun Baru

Forkopimda Mempawah menegaskan komitmen bersama agar malam Tahun Baru berjalan aman, tertib, dan bermakna. Pengamanan akan difokuskan pada titik-titik keramaian, jalur lalu lintas utama, serta kawasan pemukiman untuk mencegah potensi gangguan.

Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya menjadi kunci keberhasilan pengamanan. Dengan koordinasi yang solid, diharapkan potensi kerawanan dapat ditekan seminimal mungkin.

Mengubah Cara Pandang Merayakan Tahun Baru

Imbauan Dandim Mempawah ini sekaligus mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang dalam merayakan Tahun Baru. Pergantian tahun tidak harus dirayakan dengan konvoi atau kembang api. Banyak alternatif yang lebih aman dan bermakna, seperti berkumpul bersama keluarga, berdoa, atau melakukan kegiatan sosial.

Perayaan yang sederhana namun penuh makna justru dapat memperkuat ikatan sosial dan rasa syukur. Di tengah berbagai tantangan bangsa, sikap saling peduli dan menahan diri menjadi nilai yang sangat penting.

Refleksi dan Harapan ke Depan

Menjelang Tahun Baru, pesan yang disampaikan Letkol Czi Ali Isnaini menjadi refleksi bagi semua pihak. Keamanan dan kemanusiaan harus ditempatkan di atas euforia sesaat. Dengan menahan diri dari konvoi dan pesta kembang api, masyarakat turut berkontribusi menjaga ketertiban sekaligus menunjukkan empati kepada sesama.

Melalui apel kesiapan ini, Mempawah ingin memastikan bahwa malam pergantian tahun tidak diwarnai insiden yang merugikan, melainkan menjadi momen refleksi bersama menuju tahun yang lebih aman, damai, dan penuh kepedulian.

Baca Juga : Listrik Aman, Misa Natal 2025 di Kalbar Berlangsung Khidmat

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritagram

You may also like...