Wisuda Akademi Paradigta, Perempuan Desa Mitra Ombudsman

kalbarnews.web.id Pemberdayaan perempuan kembali mendapat sorotan positif dalam pembangunan daerah. Kehadiran perempuan desa yang teredukasi dan berdaya dinilai mampu memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi keluarga dan komunitas, tetapi juga bagi penguatan tata kelola pemerintahan. Hal ini tercermin dalam acara wisuda Akademi Paradigta di Kabupaten Kubu Raya yang menegaskan peran strategis perempuan sebagai mitra pengawasan pelayanan publik.

Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Tariyah, menekankan bahwa perempuan desa memiliki posisi penting dalam memastikan layanan pemerintah berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, penguatan kapasitas perempuan di tingkat akar rumput merupakan langkah strategis untuk mencegah maladministrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Apresiasi terhadap Konsistensi Pemerintah Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Tariyah memberikan apresiasi kepada Kabupaten Kubu Raya yang dinilai konsisten mendukung program pemberdayaan perempuan, baik dari sisi kebijakan kelembagaan maupun alokasi anggaran. Dukungan berkelanjutan ini dianggap menjadi fondasi penting dalam membangun desa yang berdaulat dan berkeadilan.

Program Akademi Paradigta dinilai sejalan dengan semangat membangun desa berbasis partisipasi masyarakat. Dengan melibatkan perempuan secara aktif, pemerintah daerah tidak hanya memperluas ruang partisipasi, tetapi juga memperkuat pengawasan sosial terhadap penyelenggaraan pelayanan publik di tingkat desa.

Perempuan Desa sebagai Mitra Strategis Pengawasan

Tariyah menegaskan bahwa bagi Ombudsman Kalbar, perempuan yang berdaya adalah mitra strategis dalam pengawasan pelayanan publik. Perempuan desa yang memiliki pemahaman tentang hak-hak warga negara dapat berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Mereka dapat menjadi “mata dan telinga” di desa untuk memastikan layanan publik berjalan sesuai aturan.

Peran ini dinilai sangat penting mengingat banyak persoalan pelayanan publik terjadi di tingkat paling dekat dengan masyarakat. Dengan kehadiran kader perempuan yang teredukasi, potensi penyimpangan dapat terdeteksi lebih dini. Hal ini sekaligus memperkuat budaya transparansi dan akuntabilitas di lingkungan pemerintahan desa.

Akademi Paradigta dan Penguatan Kepemimpinan Perempuan

Akademi Paradigta merupakan inisiatif pendidikan terstruktur yang bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan perempuan desa. Program ini dirancang agar perempuan mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan, pengambilan keputusan, serta pengawasan kebijakan publik. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga keterampilan kepemimpinan dan advokasi.

Keberhasilan program ini tercermin dari jumlah lulusan yang terus bertambah. Ribuan kader perempuan telah dicetak dan kini tersebar di berbagai desa. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu membawa perspektif keadilan gender dan kepentingan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.

Integrasi Pemberdayaan Perempuan dalam Kebijakan Daerah

Ketua Komite Nasional Akademi Paradigta Indonesia, Nani Zulminarni, menilai integrasi program pemberdayaan perempuan ke dalam kebijakan daerah merupakan langkah krusial. Menurutnya, dukungan kebijakan akan memastikan keberlanjutan program dan memperluas dampaknya bagi masyarakat.

Ia berharap para lulusan Akademi Paradigta tidak hanya membawa perubahan positif di lingkup keluarga, tetapi juga berkontribusi bagi negara. Perempuan desa yang memiliki kapasitas kepemimpinan diharapkan mampu mengambil peran dalam berbagai forum pengambilan keputusan, sehingga pembangunan menjadi lebih inklusif dan berkeadilan.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya

Komitmen pemerintah daerah juga ditegaskan oleh Bupati Sujiwo. Ia menyampaikan bahwa dukungan terhadap Akademi Paradigta akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Menurutnya, perempuan memiliki peran vital dalam mempercepat pembangunan karena mereka memahami langsung kebutuhan keluarga dan komunitas.

Dengan melibatkan perempuan sebagai aktor pembangunan, pemerintah daerah berharap program-program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran. Partisipasi aktif perempuan juga dinilai mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencapai tujuan pembangunan.

Dampak Sosial dan Peningkatan Kualitas Layanan Publik

Keberadaan perempuan desa yang teredukasi memberikan dampak sosial yang signifikan. Selain meningkatkan kesadaran akan hak-hak warga, mereka juga berperan dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan layanan publik. Hal ini berpotensi meningkatkan kualitas layanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Pengamat menilai bahwa pengawasan berbasis komunitas seperti ini lebih efektif karena dilakukan oleh warga yang memahami konteks lokal. Perempuan desa yang telah mendapatkan pendidikan kepemimpinan memiliki sensitivitas sosial yang tinggi dan mampu menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah.

Menuju Desa Berdaulat dan Indonesia Emas

Pemberdayaan perempuan melalui Akademi Paradigta menjadi bagian dari visi besar menuju desa yang berdaulat dan masyarakat yang berdaya. Dengan kapasitas yang terus diperkuat, perempuan desa diharapkan mampu berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Kolaborasi antara Ombudsman, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Sinergi tersebut memastikan bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

Penutup

Kehadiran Ombudsman Kalbar dalam wisuda Akademi Paradigta menegaskan pentingnya peran perempuan desa sebagai mitra strategis pengawasan pelayanan publik. Perempuan yang teredukasi dan berdaya tidak hanya menjadi agen perubahan di komunitasnya, tetapi juga pilar penting dalam membangun pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, Akademi Paradigta diharapkan terus melahirkan kader perempuan yang mampu berkontribusi bagi pembangunan desa dan negara. Perempuan desa yang berdaya menjadi kunci menuju pelayanan publik yang lebih baik dan masa depan Indonesia yang inklusif.

Cek Juga Artikel Dari Platform hotviralnews.web.id

You may also like...