Gubernur Kalbar Resmi Membuka Festival Literasi: Ajakan untuk Menguatkan Budaya Membaca

kalbarnews.web.id Festival Literasi di Kalimantan Barat kembali menjadi salah satu agenda besar yang menarik perhatian masyarakat. Acara tersebut digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalbar dengan tujuan memperkuat budaya literasi dan menyediakan ruang kreatif bagi pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, hingga masyarakat umum.

Gelaran ini merupakan bagian dari program jangka panjang pemerintah provinsi untuk meningkatkan minat baca dan mempermudah akses masyarakat terhadap informasi yang berkualitas. Dalam beberapa tahun terakhir, Kalimantan Barat memang terus mendorong ekosistem literasi yang lebih kuat dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, workshop, diskusi publik, hingga pameran buku.

Pembukaan oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, hadir secara langsung untuk membuka Festival Literasi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan mengolah data menjadi pengetahuan yang bermanfaat.

Ia menegaskan bahwa masyarakat yang literat adalah masyarakat yang mampu bersaing. Literasi menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, menurutnya, upaya memperkuat literasi tidak boleh berhenti pada penyediaan buku saja, tetapi harus mencakup dukungan fasilitas, tenaga pendidik, teknologi, dan kolaborasi antarlembaga.

Ajakan untuk Menggaungkan Literasi di Semua Lapisan

Ria Norsan mengajak seluruh pihak—sekolah, pemerintah, komunitas, media, hingga orang tua—untuk aktif menghidupkan budaya literasi. Menurutnya, perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten, seperti membiasakan anak membaca buku sebelum tidur, mengadakan pojok baca di rumah, atau menghadiri kegiatan literasi di sekolah dan daerah.

Ia menekankan bahwa meningkatkan literasi adalah tugas bersama. Jika semua pihak bergerak, maka progres literasi di Kalimantan Barat dapat meningkat lebih cepat. Pemerintah provinsi juga terus berupaya menghadirkan program literasi digital sebagai respon terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi muda.

Peran Dinas Perpustakaan dalam Mengembangkan Akses Informasi

Festival ini diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalbar sebagai bagian dari strategi memperluas akses masyarakat terhadap informasi. Perpustakaan daerah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pinjam buku, tetapi juga sebagai pusat kegiatan pembelajaran masyarakat.

Berbagai kegiatan rutin telah dijalankan seperti pelatihan literasi digital, kelas menulis kreatif, pembinaan taman baca masyarakat, hingga pelatihan pengarsipan digital bagi aparat desa. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa literasi berjalan seiring dengan perkembangan teknologi informasi.

Dinas perpustakaan juga terus memperluas jaringan perpustakaan keliling untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit mendapatkan akses buku. Dengan hadirnya perpustakaan bergerak, anak-anak di wilayah pelosok dapat merasakan pengalaman membaca tanpa harus pergi jauh.

Kegiatan Festival yang Kaya Manfaat

Festival Literasi Kalbar diisi dengan berbagai kegiatan menarik. Ada pameran buku dari penerbit lokal dan nasional, lomba menulis cerpen, lomba pidato, diskusi panel, kelas membaca sastra, hingga sesi berbagi dari penulis dan pegiat literasi. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan penulis favorit, bertanya tentang proses kreatif, dan mendapatkan inspirasi baru.

Selain itu, terdapat zona edukatif untuk anak-anak yang berisi aktivitas seperti mewarnai, membaca bersama, dan mendengarkan dongeng. Area ini dirancang agar anak-anak mengenal literasi dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan lain yang menarik perhatian adalah workshop literasi digital. Peserta diberi pemahaman tentang cara memilah informasi di internet, mengenali berita bohong, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar. Literasi digital menjadi isu penting karena perkembangan informasi yang begitu cepat membuat masyarakat harus lebih selektif dalam menerima data.

Literasi sebagai Pondasi Kemajuan Daerah

Pemerintah Provinsi Kalbar menempatkan literasi sebagai salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia. Gubernur menegaskan bahwa daerah yang literat akan lebih mudah maju karena masyarakatnya punya kemampuan memahami persoalan, mencari solusi, dan beradaptasi dengan perubahan global.

Dengan memperkuat literasi, Kalbar berharap melahirkan generasi yang inovatif, kreatif, dan mampu membawa daerah pada tingkat kompetitif yang lebih tinggi. Literasi juga dianggap mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena pengetahuan membuka peluang ekonomi, akses pendidikan, serta kesempatan kerja yang lebih luas.

Komitmen Pemerintah untuk Masa Depan Literasi

Pemerintah provinsi berkomitmen meningkatkan kualitas perpustakaan, layanan informasi, serta sarana digital agar literasi tidak hanya menjadi program, tetapi budaya. Festival literasi menjadi salah satu cara membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca.

Ke depan, pemerintah akan memperkuat kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas literasi, dan sektor swasta untuk memperluas cakupan program. Harapannya, literasi menjadi kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Festival Literasi di Kalimantan Barat bukan sekadar acara tahunan, tetapi momentum penting untuk menggerakkan masyarakat agar semakin mencintai buku dan pengetahuan. Dengan dukungan pemerintah, dinas perpustakaan, komunitas, dan masyarakat, literasi akan terus menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan daerah. Gubernur Kalbar menegaskan bahwa literasi adalah investasi jangka panjang yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

Cek Juga Artikel Dari Platform pestanada.com

You may also like...