Hujan Intens Picu Banjir di Sejumlah Wilayah Kalbar

kalbarnews.web.id Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir berdampak serius terhadap sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Banjir kembali meluas dan memengaruhi aktivitas masyarakat di berbagai kabupaten. Selain curah hujan yang meningkat, fenomena banjir rob turut memperparah kondisi di wilayah pesisir dan daerah aliran sungai.

Laporan terbaru yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Kalbar menunjukkan bahwa dampak bencana tidak bersifat seragam. Di beberapa lokasi, air hanya menggenangi permukiman dalam waktu singkat. Namun, di daerah lain, banjir berlangsung lebih lama bahkan disertai longsor dan luapan sungai yang signifikan.

Peran Pusdalops dan BPBD dalam Pemantauan

Sebagai pusat kendali penanggulangan bencana, Pusdalops Kalbar secara rutin mengumpulkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah di tingkat kabupaten dan kota. Data tersebut menjadi dasar untuk memetakan wilayah terdampak serta menentukan langkah penanganan darurat.

Koordinator Harian Pusdalops Kalbar, Daniel, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi dipicu oleh kombinasi faktor alam. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit sungai meningkat, sementara banjir rob memperlambat aliran air menuju laut. Kondisi ini membuat genangan sulit surut dalam waktu singkat.

Dampak Banjir di Kabupaten Sambas

Salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan adalah Kabupaten Sambas. Banjir melanda beberapa desa di Kecamatan Galing, termasuk Desa Tempapan Hulu dan Desa Sajing. Ratusan kepala keluarga terdampak akibat meluapnya air sungai yang merendam permukiman warga.

Di wilayah ini, genangan air tidak hanya memasuki rumah warga, tetapi juga mengganggu akses jalan desa. Aktivitas ekonomi dan pendidikan warga terhenti sementara karena sebagian fasilitas umum tidak dapat digunakan. Warga terpaksa menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut.

Situasi di Kabupaten Sekadau

Kondisi yang tak kalah memprihatinkan juga terjadi di Kabupaten Sekadau. Beberapa kecamatan mengalami banjir cukup parah setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Luapan air sungai menyebabkan ratusan rumah warga terendam di beberapa desa.

Di Desa Melati, ratusan keluarga terdampak banjir dengan genangan air memasuki rumah-rumah warga. Selain itu, di Desa Mongpo, Kecamatan Nanga Taman, banjir merendam ratusan unit rumah dan memengaruhi ribuan jiwa. Kondisi ini memaksa sebagian warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu, Desa Lembah Beringin di Kecamatan Nanga Mahap juga mengalami dampak yang cukup luas. Banjir merendam ratusan rumah warga dan mengganggu aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat. Genangan air yang bertahan lama meningkatkan risiko penyakit dan kerusakan harta benda.

Variasi Dampak di Setiap Wilayah

Pusdalops Kalbar mencatat bahwa dampak banjir bervariasi antarwilayah. Di beberapa daerah, banjir hanya berupa genangan dengan ketinggian air rendah. Namun, di wilayah lain, banjir disertai arus deras yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Selain permukiman, sektor pertanian juga terdampak. Lahan pertanian yang terendam berisiko mengalami gagal panen, terutama tanaman pangan yang sensitif terhadap genangan air. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak lanjutan terhadap ketahanan pangan lokal.

Faktor Alam dan Tantangan Geografis

Secara geografis, Kalimantan Barat memiliki banyak daerah aliran sungai yang menjadi jalur utama distribusi air. Ketika curah hujan meningkat, sungai-sungai tersebut mudah meluap, terutama jika terjadi sedimentasi dan penyempitan alur sungai.

Banjir rob di wilayah pesisir turut memperparah situasi. Air laut yang pasang menghambat aliran sungai menuju laut, sehingga air tertahan dan meluap ke permukiman. Kombinasi faktor ini membuat penanganan banjir menjadi lebih kompleks.

Upaya Penanganan dan Kesiapsiagaan

Pemerintah daerah bersama BPBD setempat terus melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Pemantauan kondisi air, evakuasi warga, serta pendistribusian bantuan menjadi prioritas utama. Koordinasi antarinstansi dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap perkembangan situasi di lapangan.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga di daerah rawan banjir diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dan segera mengungsi jika kondisi memburuk.

Pentingnya Mitigasi Jangka Panjang

Banjir yang berulang menunjukkan pentingnya mitigasi jangka panjang. Normalisasi sungai, perbaikan sistem drainase, serta pengelolaan lingkungan menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko di masa depan. Edukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana juga perlu terus diperkuat.

Pusdalops Kalbar menekankan bahwa data dan laporan dari lapangan akan terus diperbarui. Informasi yang akurat sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan dan penyaluran bantuan secara tepat sasaran.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Banjir tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Aktivitas perdagangan terhambat, akses transportasi terganggu, dan pendapatan warga menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat jika tidak segera ditangani.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga kebencanaan, dan masyarakat menjadi kunci utama. Kesiapan menghadapi bencana harus dibangun bersama agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Kesimpulan

Tingginya intensitas hujan dan banjir rob telah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Dampaknya dirasakan di berbagai kabupaten, dengan ratusan rumah terendam dan ribuan warga terdampak. Kondisi ini menuntut kewaspadaan dan respons cepat dari semua pihak.

Dengan pemantauan yang berkelanjutan, penanganan darurat yang tepat, serta upaya mitigasi jangka panjang, diharapkan risiko banjir dapat ditekan. Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting agar dampak bencana tidak semakin meluas.

Cek Juga Artikel Dari Platform lagupopuler.web.id

You may also like...