Istana Minta Polisi Usut Teror Influencer
Istana Negara Nyatakan Sikap Resmi
Istana Negara menyampaikan sikap resmi terkait dugaan teror yang dialami sejumlah influencer setelah menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pemerintah menegaskan tidak membenarkan segala bentuk intimidasi, ancaman, maupun kekerasan terhadap warga negara.
Pernyataan ini disampaikan menyusul mencuatnya laporan teror misterius yang dialami beberapa figur publik di media sosial. Istana menilai kasus tersebut serius karena menyangkut rasa aman warga negara sekaligus iklim demokrasi di Indonesia.
“Pemerintah tidak pernah membenarkan adanya intimidasi ataupun ancaman terhadap siapa pun yang menyampaikan pendapat,” ujar Prasetyo Hadi.
Dorongan agar Kepolisian Mengusut Tuntas
Sebagai tindak lanjut, Istana secara resmi meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus teror tersebut. Pemerintah berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku, motif, serta jaringan di balik aksi intimidasi yang meresahkan.
Menurut Prasetyo, langkah penegakan hukum diperlukan untuk memastikan keamanan para korban sekaligus menjaga ruang publik tetap kondusif. Ia menegaskan bahwa kebebasan berekspresi merupakan bagian dari demokrasi yang dilindungi konstitusi, selama dilakukan secara bertanggung jawab.
Kebebasan Berpendapat dalam Demokrasi
Istana menekankan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hal wajar dalam negara demokrasi. Perbedaan pandangan tidak seharusnya dibalas dengan ancaman atau kekerasan. Prasetyo menyebut, demokrasi justru tumbuh dari dialog, kritik, dan mekanisme komunikasi yang sehat.
Pemerintah juga mengingatkan bahwa saluran komunikasi antara masyarakat dan negara telah tersedia, baik melalui lembaga resmi maupun ruang diskusi publik. Oleh karena itu, segala bentuk perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan secara terbuka dan beradab.
Kasus Teror yang Dialami DJ Donny
Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah teror yang dialami influencer DJ Donny atau Ramond Dony Adam. Donny melaporkan peristiwa teror berupa pengiriman bangkai ayam dan bom molotov ke Polda Metro Jaya.
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya. Teror terjadi di kediaman Donny di kawasan Jakarta dan dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK).
Kronologi Ancaman yang Diterima
Ancaman pertama diterima Donny pada Senin, 29 Desember 2025, pagi hari. Saat itu, sebuah paket berisi bangkai ayam tanpa kepala dikirim ke rumahnya. Paket tersebut disertai tulisan bernada ancaman yang melarang Donny untuk kembali berbicara atau mengkritik melalui media sosial.
Beberapa hari kemudian, ancaman kembali terjadi. Pada Rabu dini hari, 31 Desember 2025, teror meningkat menjadi pelemparan bom molotov ke rumah Donny. Peristiwa ini memperbesar kekhawatiran karena berpotensi membahayakan keselamatan penghuni rumah.
Alasan Laporan ke Kepolisian
Donny memutuskan membawa kasus ini ke ranah hukum karena menilai ancaman tersebut sudah melampaui batas. Menurutnya, teror tidak hanya menyasar dirinya sebagai individu, tetapi juga mengancam keselamatan keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Ia berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut, melakukan penyelidikan menyeluruh, dan menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.
Respons Pemerintah terhadap Kasus
Menanggapi laporan tersebut, Istana menegaskan bahwa negara hadir untuk melindungi warganya. Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah meminta agar seluruh kasus teror semacam ini diinvestigasi secara menyeluruh tanpa pandang bulu.
“Kami meminta semua kasus dilakukan investigasi,” kata Prasetyo Hadi dalam pernyataannya yang disampaikan melalui program Metro Pagi Primetime.
Ia juga berharap agar kasus ini dapat menjadi refleksi bersama dalam proses pendewasaan demokrasi bangsa.
Kekhawatiran terhadap Iklim Demokrasi
Kasus teror terhadap influencer memunculkan kekhawatiran di kalangan publik terkait iklim kebebasan berekspresi. Banyak pihak menilai bahwa ancaman semacam ini berpotensi menciptakan rasa takut dan membungkam kritik di ruang publik.
Dalam demokrasi, rasa aman menjadi prasyarat utama agar warga negara berani menyampaikan pendapat. note: Teror dan intimidasi dinilai bertentangan dengan semangat tersebut dan dapat merusak kepercayaan publik terhadap perlindungan hukum.
Pentingnya Penegakan Hukum yang Tegas
Pengamat menilai penegakan hukum yang tegas dan transparan menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kasus serupa. Jika pelaku teror tidak segera diungkap, kekhawatiran akan muncul efek jera terbalik, di mana ancaman dianggap sebagai cara efektif membungkam kritik.
Oleh karena itu, langkah kepolisian dalam menangani laporan DJ Donny dan kasus lain yang sejenis akan menjadi sorotan publik. Keberhasilan pengungkapan kasus ini dinilai akan menjadi penanda komitmen negara dalam menjaga kebebasan berekspresi.
Harapan agar Kritik Tetap Disampaikan Secara Sehat
Pemerintah berharap agar masyarakat tetap menyampaikan kritik secara bertanggung jawab dan konstruktif. Di sisi lain, negara berkomitmen memastikan bahwa perbedaan pendapat tidak berujung pada kekerasan atau ancaman fisik.
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa demokrasi Indonesia harus terus tumbuh menuju kedewasaan, di mana kritik, perbedaan, dan dialog dapat berlangsung tanpa rasa takut.
Penutup: Menanti Hasil Penyelidikan
Kasus teror terhadap influencer kini menjadi ujian bagi penegakan hukum dan perlindungan kebebasan berekspresi di Indonesia. Dengan adanya permintaan resmi dari Istana kepada Polri, publik menanti langkah konkret aparat kepolisian dalam mengusut tuntas kasus ini.
Hasil penyelidikan diharapkan tidak hanya memberikan keadilan bagi korban, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa intimidasi dan kekerasan tidak memiliki tempat dalam demokrasi Indonesia.
Baca Juga : Genjot IPM dan Infrastruktur, Norsan Percepat Pembangunan Kalbar
Cek Juga Artikel Dari Platform : ketapangnews

