Teknisi Listrik di Parindu Tewas Tertimpa Pohon Tumbang saat Cuaca Ekstrem Melanda Sanggau
kalbarnews.web.id Wilayah Kabupaten Sanggau kembali diguncang cuaca ekstrem yang menimbulkan kerusakan sekaligus korban jiwa. Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah kecamatan, termasuk Parindu, yang menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Dalam situasi genting itu, seorang teknisi listrik bernama Mardiyanto, warga Dusun Wonosari, Desa Suka Mulya, harus kehilangan nyawanya ketika sedang menjalankan tugas memperbaiki jaringan listrik untuk warga.
Kabar duka ini tidak hanya mengejutkan keluarga dan kerabat, tetapi juga masyarakat sekitar. Mardiyanto selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selalu tanggap setiap ada laporan gangguan listrik. Naas, niat baiknya untuk membantu justru berakhir tragis akibat pohon besar tumbang yang roboh tepat ke arah dirinya.
Kronologi Kejadian Saat Angin Puting Beliung Melanda
Menurut keterangan saksi mata, cuaca buruk sudah mulai terasa sejak pagi hari. Langit mendung pekat, angin bertiup tidak biasa, dan beberapa kali pepohonan tampak bergoyang kuat. Sejumlah warga mulai mengantisipasi kemungkinan buruk, tetapi tidak menyangka bahwa kekuatan angin akan sebesar itu.
Ketika gangguan listrik terjadi di sebagian wilayah Desa Suka Mulya, Mardiyanto langsung menuju lokasi untuk memperbaiki jaringan yang terputus. Ia bekerja seperti biasanya, memeriksa kabel dan memastikan aliran listrik bisa kembali pulih. Namun saat proses perbaikan berlangsung, angin puting beliung tiba-tiba datang dengan kekuatan besar.
Sebuah pohon besar di sekitar area perbaikan roboh karena tidak mampu menahan tekanan angin. Pohon itu tumbang secara tiba-tiba dan menimpa tubuh Mardiyanto sebelum ia sempat menghindar. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha melakukan pertolongan, tetapi kondisi korban begitu parah. Nyawanya tidak tertolong.
Warga Berduka dan Beri Penghormatan
Kepergian Mardiyanto meninggalkan duka mendalam. Banyak warga yang menyebut bahwa ia selalu hadir setiap kali terjadi gangguan listrik, bahkan ketika cuaca buruk. Ia dikenal sebagai teknisi yang tidak pernah menolak panggilan warga dan selalu mendahulukan pelayanan publik.
Warga Dusun Wonosari memberikan penghormatan dengan mengawal jenazah dan membantu keluarga korban dalam berbagai kebutuhan. Bagi mereka, kepergian Mardiyanto bukan hanya kehilangan seorang teknisi, tetapi juga kehilangan seorang sosok yang telah memberikan kontribusi besar untuk masyarakat.
Pihak Berwenang Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Pemerintah kecamatan dan dinas terkait turut menyampaikan belasungkawa atas insiden tragis ini. Mereka mengimbau warga agar lebih waspada menghadapi cuaca ekstrem yang beberapa waktu terakhir sering terjadi. BMKG sebelumnya juga telah memperingatkan potensi angin kencang, hujan lebat, dan petir di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Petugas mengingatkan warga untuk menghindari area penuh pepohonan besar saat cuaca buruk, serta segera melaporkan jika melihat tanda-tanda pohon berisiko tumbang. Selain itu, aktivitas di luar rumah, termasuk perbaikan jaringan listrik, diminta dilakukan dengan perhitungan risiko yang matang.
Teknisi Listrik Masih Menjadi Pekerjaan Berisiko Tinggi
Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa teknisi listrik adalah salah satu profesi yang sangat rentan terhadap kecelakaan kerja, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. Mereka bekerja di luar ruangan, berada dekat kabel tegangan tinggi, dan sering harus bekerja dalam situasi darurat.
Di banyak daerah, teknisi listrik sering menjadi garda terdepan ketika jaringan listrik padam akibat cuaca buruk. Mereka dituntut bergerak cepat karena kebutuhan listrik masyarakat tidak bisa ditunda. Situasi inilah yang membuat profesi ini sangat berisiko, namun perannya sangat penting.
Kebutuhan Penguatan Sistem Mitigasi Risiko
Insiden ini membuka diskusi tentang pentingnya penguatan mitigasi risiko bagi pekerja lapangan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan teknisi listrik memiliki perlindungan penuh, mulai dari alat keselamatan, standar operasional prosedur, hingga pembatasan kerja saat kondisi cuaca membahayakan.
Selain itu, perlu ada pemetaan pohon-pohon tua atau rawan tumbang di area dekat jaringan listrik. Penebangan preventif, pemangkasan, atau perawatan vegetasi dapat mengurangi risiko kejadian serupa. Langkah ini bukan hanya melindungi pekerja listrik, tetapi juga menjaga keselamatan masyarakat.
Cuaca Ekstrem Makin Sering Terjadi
Fenomena cuaca ekstrem seperti angin puting beliung, hujan lebat, dan petir semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pakar menyebut perubahan iklim global sebagai pemicu utama meningkatnya intensitas dan frekuensi kejadian ekstrem ini. Wilayah Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang sering mengalami imbasnya.
Hal ini membuat masyarakat harus semakin adaptif dan waspada. Infrastruktur publik seperti jaringan listrik, jalan, serta pepohonan di area padat penduduk juga harus lebih sering diperiksa dan dirawat agar tidak menimbulkan bahaya.
Kesimpulan
Tragedi meninggalnya Mardiyanto, teknisi listrik yang tertimpa pohon tumbang saat memperbaiki aliran listrik warga, menjadi pengingat bahwa profesi ini memerlukan perhatian dan perlindungan lebih. Cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi membuat pekerja lapangan rentan menghadapi risiko serius. Melalui peningkatan mitigasi, edukasi publik, dan respons cepat dari pemerintah daerah, kasus serupa diharapkan bisa diminimalkan.

Cek Juga Artikel Dari Platform medianews.web.id
