Wagub Kalbar Dorong Investasi Ramah Lingkungan Berkelanjutan
kalbarnews.web.id Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan pentingnya investasi yang berwawasan lingkungan sebagai fondasi pembangunan ekonomi jangka panjang. Penegasan tersebut disampaikan dalam forum bisnis The Indonesia–China Business Bridge, yang mempertemukan pelaku usaha serta investor dari Indonesia dan China. Dalam forum tersebut, Kalimantan Barat diproyeksikan sebagai wilayah dengan potensi besar, namun tetap membutuhkan pendekatan pembangunan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Krisantus menilai bahwa investasi tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi jangka pendek. Di wilayah yang memiliki kekayaan alam dan hutan yang luas seperti Kalimantan Barat, investasi justru harus menjadi instrumen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Tanpa keseimbangan tersebut, pembangunan berisiko menimbulkan kerusakan ekologis yang dampaknya dirasakan dalam jangka panjang.
Investasi dan Tantangan Lingkungan di Kalimantan Barat
Kalimantan Barat dikenal sebagai salah satu provinsi dengan kawasan hutan yang masih luas dan memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Di sisi lain, wilayah ini juga menyimpan potensi ekonomi besar, mulai dari sektor perkebunan, pariwisata, hingga industri berbasis sumber daya alam. Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan potensi tersebut tanpa mengorbankan lingkungan.
Menurut Krisantus, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa pembangunan yang mengabaikan aspek lingkungan justru menimbulkan biaya sosial dan ekonomi yang tinggi. Kerusakan hutan dapat memicu bencana ekologis, menurunkan kualitas hidup masyarakat, serta merusak citra daerah di mata investor global yang kini semakin peduli pada isu keberlanjutan.
Forum Bisnis sebagai Jembatan Investasi Berkelanjutan
Forum Indonesia–China Business Bridge menjadi ruang strategis untuk menyampaikan visi pembangunan Kalimantan Barat kepada investor internasional. Krisantus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap investasi, namun dengan syarat investasi tersebut sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Ia menilai bahwa investor global kini semakin mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam setiap keputusan bisnis. Oleh karena itu, Kalimantan Barat ingin memposisikan diri sebagai daerah tujuan investasi yang tidak hanya kaya sumber daya, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan.
Pelestarian Hutan sebagai Aset Jangka Panjang
Dalam paparannya, Krisantus menekankan bahwa hutan bukanlah hambatan pembangunan, melainkan aset jangka panjang. Kelestarian hutan dapat menjadi modal utama untuk mengembangkan sektor-sektor ekonomi berkelanjutan, seperti pariwisata alam dan ekonomi hijau. Dengan pengelolaan yang tepat, hutan justru mampu memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia mencontohkan praktik pengelolaan pariwisata di Jawa Barat, yang menjadikan keindahan alam dan kelestarian hutan sebagai daya tarik utama. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi tanpa merusak lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Investasi Ramah Lingkungan sebagai Daya Saing Daerah
Dorongan terhadap investasi ramah lingkungan juga dipandang sebagai strategi meningkatkan daya saing daerah. Di tengah persaingan global, daerah yang mampu menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan akan lebih menarik bagi investor berkualitas. Krisantus menegaskan bahwa Kalimantan Barat ingin menarik investasi yang membawa teknologi ramah lingkungan, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong transformasi ekonomi daerah menuju ekonomi hijau. Investasi tidak lagi sekadar mengeksploitasi sumber daya, tetapi juga berkontribusi pada pemulihan dan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem.
Peran Pemerintah Daerah dalam Menjaga Keseimbangan
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan investasi berjalan sesuai prinsip keberlanjutan. Krisantus menekankan pentingnya regulasi yang jelas dan pengawasan yang konsisten. Pemerintah daerah harus mampu menjadi fasilitator sekaligus pengawas agar setiap proyek investasi mematuhi standar lingkungan yang berlaku.
Selain regulasi, kolaborasi dengan masyarakat lokal juga menjadi kunci. Investasi yang melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat dinilai lebih berkelanjutan karena menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
Harapan terhadap Investor Internasional
Krisantus berharap forum bisnis ini dapat menjadi awal kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan. Ia mengajak investor untuk melihat Kalimantan Barat bukan hanya sebagai lokasi eksploitasi sumber daya, tetapi sebagai mitra pembangunan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, investasi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan.
Ia juga menekankan bahwa komitmen lingkungan bukan hambatan bagi investasi, melainkan jaminan keberlanjutan usaha. Investor yang mengadopsi prinsip ramah lingkungan dinilai akan memiliki kepastian usaha yang lebih baik dan reputasi positif di mata pasar global.
Penutup
Dorongan Wakil Gubernur Kalimantan Barat terhadap investasi ramah lingkungan menegaskan arah pembangunan daerah yang berkelanjutan. Melalui forum Indonesia–China Business Bridge, Krisantus Kurniawan menyampaikan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan harus berjalan seiring.
Dengan menjadikan hutan dan lingkungan sebagai aset jangka panjang, Kalimantan Barat berupaya membangun model pembangunan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologis. Pendekatan ini diharapkan mampu menarik investasi berkualitas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Cek Juga Artikel Dari Platform marihidupsehat.web.id
