Warga Telaga Arum Keluhkan Kerusakan Parah Jalan Desa dan Mendesak Perbaikan Jangka Panjang
kalbarnews.web.id Warga Desa Telaga Arum di Kecamatan Seponti tengah menghadapi persoalan serius terkait kondisi infrastruktur jalan. Salah satu ruas utama di wilayah tersebut, tepatnya di kawasan Tr 12 A, mengalami kerusakan yang cukup berat. Jalan ini menjadi akses penting bagi masyarakat karena menghubungkan Desa Telaga Arum dengan Desa Sungai Sepeti. Sayangnya, kondisi yang semakin buruk membuat aktivitas harian warga terganggu. Banyak warga mengeluh karena jalan tersebut kini sulit dilalui, terutama saat hujan.
Kerusakan yang terjadi bukan hanya sekadar retakan kecil. Banyak bagian jalan yang berlubang dalam, permukaan tanah ambles, dan sebagian ruas berubah menjadi kubangan lumpur. Kendaraan roda dua kerap tergelincir, sedangkan kendaraan roda empat sering terjebak. Situasi ini membuat warga harus berhati-hati setiap kali melewati jalur tersebut. Beberapa warga bahkan memilih memutar jauh untuk menghindari risiko terjatuh atau mengalami kerusakan kendaraan.
Dampak Besar bagi Kegiatan Ekonomi dan Sosial
Buruknya kondisi jalan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada kegiatan ekonomi desa. Banyak masyarakat yang bergantung pada akses ini untuk mengangkut hasil kebun dan kebutuhan dagang. Ketika jalan rusak, waktu tempuh bertambah lama dan biaya transportasi meningkat. Para pedagang mengalami kesulitan membawa barang dagangan ke desa lain. Hal ini tentu berpengaruh pada pendapatan mereka.
Aktivitas pendidikan juga ikut terkena dampaknya. Anak-anak sekolah harus berangkat lebih pagi demi mengantisipasi jalan sulit dilalui. Orang tua merasa cemas setiap kali anak mereka berangkat, terutama dalam kondisi cuaca buruk. Beberapa cerita muncul mengenai pelajar yang terjatuh karena licinnya jalan. Situasi ini membuat kebutuhan perbaikan terasa semakin mendesak.
Sektor kesehatan pun tidak lepas dari dampak kerusakan jalan tersebut. Warga yang ingin menuju puskesmas terdekat menghadapi tantangan besar. Dalam kondisi darurat, akses medis menjadi lambat. Ini tentu membahayakan keselamatan warga, terutama lansia, ibu hamil, atau pasien yang membutuhkan penanganan cepat.
Keluhan Warga yang Semakin Menguat
Keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama. Mereka merasa kondisi terus memburuk dari tahun ke tahun tanpa perbaikan signifikan. Beberapa inisiatif masyarakat, seperti menimbun jalan dengan material seadanya, hanya mampu memberikan perbaikan sementara. Saat musim hujan tiba, jalan kembali rusak dan menjadi semakin sulit dilalui.
Warga berharap pemerintah daerah lebih cepat merespons kondisi ini. Mereka menilai bahwa jalan penghubung antar desa seharusnya menjadi prioritas karena berperan penting dalam pergerakan ekonomi dan sosial. Sebagian warga bahkan mendesak adanya perbaikan jangka panjang yang benar-benar tahan lama. Solusi sementara dianggap tidak cukup karena kerusakan selalu kembali terjadi dalam waktu singkat.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa banyak warga merasa lelah mengeluhkan persoalan yang sama. Mereka menginginkan tindakan nyata. Warga tidak lagi berharap pada tambal sulam yang hanya bertahan sebentar. Perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh menggunakan material yang kuat dan sesuai standar konstruksi.
Harapan agar Pemerintah Melakukan Tindakan Serius
Masyarakat Telaga Arum berharap pemerintah kabupaten memperhatikan kondisi jalan ini sebagai masalah mendesak. Banyak warga menilai bahwa perbaikan harus dilakukan dengan perencanaan matang. Pengaspalan atau pembangunan rabat beton menjadi beberapa opsi yang diharapkan. Penggunaan material berkualitas dinilai penting agar jalan bisa bertahan lama dan tidak mudah rusak.
Selain perbaikan fisik, warga juga menginginkan adanya evaluasi terhadap penyebab kerusakan yang terus berulang. Beberapa bagian jalan berada di tanah rendah yang rawan tergenang air. Jika saluran drainase tidak baik, jalan akan cepat rusak kembali. Oleh karena itu, masyarakat menilai bahwa solusi infrastruktur harus satu paket dengan perbaikan sistem drainase.
Warga juga berharap pemerintah turun langsung melihat kondisi lapangan. Dengan melihat langsung, pemerintah dapat memahami betapa beratnya aktivitas warga ketika melewati jalan tersebut. Banyak warga percaya bahwa perhatian serius dari pemerintah dapat mempercepat proses pembangunan, terutama jika ada alokasi anggaran khusus yang diarahkan untuk perbaikan infrastruktur desa.
Kerja Sama Warga dan Pemerintah sebagai Langkah Penting
Dalam berbagai pertemuan desa, warga Telaga Arum mengungkapkan kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan pemerintah. Mereka siap membantu dalam bentuk gotong royong atau pemeliharaan rutin setelah jalan diperbaiki. Warga hanya membutuhkan pembangunan awal yang tepat dan kuat sebagai fondasi.
Kerusakan jalan yang berlangsung lama telah memberi pelajaran penting bagi masyarakat. Mereka kini memahami bahwa pemeliharaan jalan tidak dapat dilakukan setengah-setengah. Perlu adanya sistem yang jelas, mulai dari pengawasan pembangunan hingga perawatan berkala agar jalan tidak cepat rusak.
Masalah jalan rusak di Desa Telaga Arum bukan sekadar persoalan lokal. Ini mencerminkan kebutuhan lebih luas dalam peningkatan infrastruktur pedesaan. Perbaikan jalan akan mempermudah kegiatan ekonomi, memperlancar akses pendidikan, dan meningkatkan pelayanan kesehatan. Pada akhirnya, peningkatan kualitas infrastruktur akan membawa perubahan besar dalam kehidupan warga.
Warga kini menantikan langkah nyata dari pemerintah. Mereka berharap perbaikan segera dilakukan dan memberikan hasil yang tahan lama. Jalan desa bukan hanya akses fisik, tetapi juga simbol kesejahteraan dan kemajuan masyarakat. Dengan perbaikan yang tepat, Desa Telaga Arum dapat menikmati akses yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi seluruh warganya.

Cek Juga Artikel Dari Platform rumahjurnal.online
