11 Wilayah Kalbar Waspada Hujan Lebat dan Petir Tiga Hari
11 Wilayah Kalbar Waspada Hujan Lebat dan Petir Tiga Hari
Cuaca ekstrem masih berpotensi melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir diprakirakan terjadi selama periode 3 hingga 5 Januari 2026.
Fenomena cuaca ini diprediksi akan mendominasi pada rentang waktu siang, sore, hingga dini hari. BMKG menetapkan status WASPADA bagi sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak, seiring kondisi atmosfer yang sangat lembap dan dinamika angin yang masih fluktuatif.
Dominasi Hujan Petir di Wilayah Kalimantan Barat
Dalam rilis prakiraan cuaca tiga harian, BMKG menjelaskan bahwa hujan petir masih menjadi fenomena utama yang perlu diantisipasi masyarakat. Hujan dengan karakter intensitas sedang hingga lebat ini berpotensi disertai kilat dan petir, terutama pada jam-jam transisi cuaca.
Wilayah pesisir, dataran rendah, hingga kawasan perbukitan di Kalimantan Barat sama-sama memiliki peluang terdampak, tergantung pada dinamika awan konvektif yang berkembang pada siang hingga malam hari.
Wilayah dengan Potensi Hujan Petir Paling Tinggi
BMKG mencatat setidaknya 11 wilayah di Kalimantan Barat yang masuk kategori waspada hujan lebat dan petir. Beberapa daerah dengan potensi tertinggi meliputi:
- Kabupaten Sambas
- Kabupaten Bengkayang
- Kabupaten Sintang
- Kabupaten Kapuas Hulu
- Kabupaten Sekadau
- Kabupaten Sanggau
- Kabupaten Melawi
- Kabupaten Landak
- Kabupaten Kubu Raya
- Kabupaten Mempawah
- Wilayah sekitarnya yang berada dalam satu sistem cuaca
Wilayah-wilayah tersebut diprakirakan mengalami hujan petir terutama pada sore hari hingga malam, sementara sebagian wilayah lainnya berpotensi terdampak pada dini hari.
Kondisi Khusus Wilayah Kubu Raya
BMKG memberikan perhatian khusus terhadap Kabupaten Kubu Raya. Berbeda dengan daerah lain yang dominan mengalami hujan petir pada sore dan malam hari, Kubu Raya diperkirakan mengalami hujan petir pada dini hari menjelang subuh, sekitar pukul 04.00 WIB.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko genangan air dan gangguan aktivitas pagi hari, terutama di kawasan permukiman padat dan jalur transportasi utama.
Faktor Atmosfer Pemicu Cuaca Ekstrem
Berdasarkan analisis BMKG, kondisi atmosfer di Kalimantan Barat saat ini tergolong sangat lembap. Tingkat kelembapan udara di hampir seluruh wilayah diperkirakan mencapai hingga 100 persen, menciptakan lingkungan yang sangat mendukung pembentukan awan hujan.
Sementara itu, suhu udara berkisar antara 20 derajat Celsius hingga 32 derajat Celsius, yang merupakan rentang ideal bagi pertumbuhan awan konvektif. Kombinasi suhu hangat dan kelembapan tinggi inilah yang menjadi pemicu utama hujan lebat dan aktivitas petir.
Peran Angin dalam Dinamika Cuaca Kalbar
Selain kelembapan dan suhu, faktor angin juga turut memengaruhi kondisi cuaca. BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi terjadi di wilayah Sambas dengan kecepatan mencapai 22 km/jam, disusul wilayah Mempawah dengan kecepatan sekitar 21 km/jam.
Meski dalam rilis tiga harian tidak terdapat peringatan khusus terkait angin kencang, kecepatan angin tersebut tetap dapat memperburuk kondisi cuaca saat hujan turun, terutama dengan munculnya hujan lebat yang disertai petir.
Dampak yang Perlu Diantisipasi Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang mungkin ditimbulkan oleh hujan lebat, antara lain:
- Banjir lokal dan genangan air, terutama di wilayah dataran rendah dan daerah dengan sistem drainase kurang optimal
- Jalanan licin dan jarak pandang berkurang, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas
- Gangguan aktivitas masyarakat, terutama pada sore hingga dini hari
- Potensi sambaran petir, khususnya di area terbuka dan kawasan perairan
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan menghindari tempat terbuka saat hujan petir berlangsung.
Imbauan dan Langkah Antisipasi dari BMKG
Sebagai langkah mitigasi, BMKG menyarankan masyarakat Kalimantan Barat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini. Pembaruan prakiraan cuaca dapat diakses melalui aplikasi resmi Info BMKG maupun laman cuaca.bmkg.go.id yang menyediakan informasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor, guna meminimalkan potensi kerugian akibat cuaca ekstrem.
Kewaspadaan Menjadi Kunci di Tengah Musim Hujan
Cuaca ekstrem merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari, namun dampaknya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama. Dengan memahami pola cuaca dan mengikuti imbauan resmi, masyarakat Kalimantan Barat diharapkan dapat tetap beraktivitas dengan aman selama periode hujan lebat dan petir ini.
BMKG menegaskan bahwa peringatan dini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan atmosfer. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan selalu memperbarui informasi cuaca secara berkala demi keselamatan bersama.
Baca Juga : Wali Kota Tegaskan Pontianak Aman di Malam Tahun Baru
Cek Juga Artikel Dari Platform : petanimal

