7 Pelaku Pembalakan Liar Ditangkap di Kawasan Konservasi Sambas: Operasi Gabungan Indonesia–Malaysia Berhasil Ungkap Aksi Ilegal
kalbarnews.web.id Kawasan konservasi di Sambas kembali menjadi sorotan setelah ditemukannya aktivitas pembalakan liar yang berlangsung secara intens dan terorganisir. Taman Wisata Alam (TWA) Dungan, yang berada di Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, seharusnya menjadi area yang dilindungi dan dijaga kelestariannya. Namun kenyataannya, kawasan ini justru menjadi incaran para pelaku ilegal logging yang memanfaatkan kondisi geografis perbatasan untuk beroperasi secara sembunyi-sembunyi.
Pembalakan liar di wilayah konservasi bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga memicu kerusakan jangka panjang bagi lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati. Aksi ini sering dilakukan secara sistematis dan melibatkan kelompok terorganisir yang mengetahui kondisi medan. Hal tersebut menjadi tantangan besar bagi aparat yang bertugas menjaga keamanan kawasan lindung.
Operasi Gabungan Perbatasan Indonesia–Malaysia
Dalam upaya menghentikan kegiatan ilegal ini, Gakkum Kehutanan bekerja sama dengan tim gabungan operasi perbatasan Indonesia–Malaysia. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga wilayah konservasi, terutama karena posisi Sambas sangat dekat dengan perbatasan kedua negara sehingga rawan penyalahgunaan jalur-jalur hutan yang sulit dijangkau.
Tim gabungan melakukan penyisiran di beberapa titik strategis yang dicurigai sebagai lokasi aktivitas pembalakan liar. Mereka memanfaatkan informasi intelijen lapangan, laporan warga, dan jejak aktivitas sebelumnya sebagai dasar penggerebekan. Berkat kerja sama yang solid, tim berhasil menemukan lokasi di mana para pelaku sedang menjalankan aksinya.
Penangkapan 7 Pelaku yang Sedang Beroperasi
Dalam operasi yang dilakukan, tim berhasil menangkap tujuh orang pelaku yang tengah memotong dan mempersiapkan kayu untuk dibawa keluar dari kawasan konservasi. Para pelaku tidak menyangka bahwa aktivitas mereka telah dipantau selama beberapa waktu. Saat tim melakukan penyergapan, mereka tidak sempat melarikan diri dan akhirnya diamankan tanpa perlawanan berarti.
Ketujuh pelaku tersebut kemudian digelandang ke pos terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari keterangan awal, para pelaku mengaku telah beberapa kali melakukan kegiatan serupa, bahkan diduga bekerja dalam jaringan yang cukup luas. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa para pelaku memanfaatkan kondisi hutan yang lebat dan medan sulit untuk mengelabui petugas.
Barang Bukti yang Berhasil Diamankan
Dari lokasi kejadian, tim gabungan menemukan peralatan lengkap yang biasa digunakan untuk aktivitas illegal logging. Beberapa di antaranya adalah chainsaw, gergaji besar, serta tumpukan kayu hasil tebangan. Selain itu, ditemukan juga jalur transportasi darurat yang dibuat pelaku untuk memindahkan kayu keluar dari hutan menuju titik penampungan.
Barang bukti ini menjadi elemen penting dalam penyelidikan lebih lanjut. Melalui bukti fisik yang ditemukan, aparat dapat menelusuri lebih jauh apakah terdapat pihak lain yang terlibat sebagai pemasok, penadah, ataupun penggerak utama dari jaringan pembalakan liar di daerah tersebut.
Dampak Lingkungan yang Sangat Serius
Kegiatan pembalakan liar memberikan dampak yang sangat merusak bagi lingkungan. Kawasan konservasi seperti TWA Dungan dirancang untuk menjaga ekosistem alami, melindungi flora dan fauna, serta menjadi benteng terakhir bagi spesies tertentu yang hidup di dalamnya. Ketika pohon-pohon besar ditebangi tanpa kontrol, keseimbangan ekosistem akan terganggu.
Tanah menjadi lebih rentan terhadap longsor dan erosi, aliran air menjadi tidak stabil, dan habitat hewan liar terancam hilang. Dalam banyak kasus, kerusakan yang ditimbulkan oleh pembalakan liar membutuhkan puluhan tahun untuk pulih—bahkan ada yang tidak bisa kembali seperti sedia kala. Karena itu, pengungkapan aksi ilegal ini menjadi langkah yang sangat penting untuk menyelamatkan alam Sambas dari kerusakan lebih lanjut.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Kawasan Lindung
Masyarakat di kawasan perbatasan memiliki peran penting dalam menjaga hutan dan lingkungan sekitar. Banyak kasus pembalakan liar terungkap berkat informasi dari warga yang merasa prihatin dengan aktivitas mencurigakan di sekitar mereka. Kesadaran kolektif ini menjadi kunci dalam meminimalkan tindakan kriminal yang merugikan lingkungan.
Pemerintah daerah dan aparat juga terus mendorong partisipasi masyarakat melalui program edukasi, patroli bersama, dan penguatan kelompok masyarakat peduli hutan. Ketika warga turut aktif melaporkan aktivitas ilegal, penegakan hukum dapat berjalan lebih efektif dan cepat.
Komitmen Penegakan Hukum untuk Menekan Ilegal Logging
Penangkapan tujuh pelaku ini menegaskan komitmen aparat untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam aktivitas pembalakan liar. Gakkum Kehutanan menyatakan bahwa mereka tidak akan ragu mengambil tindakan keras terhadap para pelaku yang merusak kawasan lindung, baik pelaku lapangan maupun aktor intelektualnya.
Langkah selanjutnya adalah memproses para pelaku sesuai hukum yang berlaku, serta mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih besar. Harapannya, tindakan tegas ini dapat memberikan efek jera dan menjadi peringatan bagi pihak lain yang berniat melakukan kegiatan serupa.
Harapan ke Depan untuk Kelestarian TWA Dungan
Dengan digagalkannya aksi pembalakan liar ini, diharapkan Taman Wisata Alam Dungan dapat kembali terjaga kelestariannya. Kawasan ini menyimpan banyak potensi ekologis dan wisata, sehingga penting bagi seluruh pihak untuk menjaga dan melindunginya. Operasi gabungan Indonesia–Malaysia membuktikan bahwa kerjasama lintas batas dapat menjadi solusi efektif dalam melindungi hutan.
Ke depan, pengawasan perlu diperkuat, jalur-jalur rawan harus diperiksa secara rutin, dan keterlibatan masyarakat harus terus ditingkatkan. Hanya dengan kerja sama yang solid, kawasan konservasi Sambas dapat tetap lestari dan bebas dari ancaman perusakan hutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritagram.web.id
