9 Desa di Kabupaten Melawi Masih Terendam Banjir, Ratusan Rumah Warga Terdampak
9 Desa di Kabupaten Melawi Masih Terendam Banjir
kalbarnews.web.id – Banjir besar masih melanda Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar). Hingga hari ketiga, genangan air belum menunjukkan tanda-tanda surut dan menenggelamkan sembilan desa di dua kecamatan.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 70 sentimeter hingga 1,5 meter, yang merendam pemukiman warga, jalan desa, hingga jalan provinsi. Ratusan rumah di bantaran sungai tergenang dan aktivitas masyarakat terganggu.
Penyebab Banjir
Banjir ini dipicu oleh luapan Sungai Cina, Sungai Sokan, dan Sungai Pinoh setelah hujan deras mengguyur wilayah Melawi. Meski beberapa titik mulai surut, sebagian desa masih terendam dengan ketinggian air mencapai 50–70 cm.
Desa yang Terdampak
Beberapa desa yang dilaporkan masih terendam banjir antara lain:
- Desa Suka Maju
- Desa Loka Jaya
- Desa Tanjung Gunung
- Desa Madong
- Desa Bata Luar
- Desa Bina Jaya
Di Dusun Kantor Trigala Pasar, Desa Suka Maju, air setinggi 1 meter merendam 50 rumah warga di bantaran Sungai Pinoh. Di Desa Loka Jaya, akses jalan di tepi sungai tergenang 50 cm, bahkan jalan provinsi yang menghubungkan Kota Baru–Sokan ikut terendam hingga 1 meter.
Dampak Banjir
Menurut data BPBD Kabupaten Melawi, banjir telah berdampak pada 920 kepala keluarga (KK). Akses jalan utama di Desa Tanjung Gunung dan Desa Bina Jaya juga lumpuh akibat genangan tinggi.
Meski begitu, hingga kini tidak ada laporan warga yang mengungsi maupun korban jiwa. Aparat setempat tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama anak-anak dan lansia, karena risiko tenggelam cukup tinggi.
Respons Pemerintah dan Imbauan Keamanan
Pemerintah daerah bersama BPBD Melawi sudah menyalurkan bantuan berupa pangan dan obat-obatan. Aparat kepolisian juga rutin melakukan patroli dan mengimbau warga untuk:
- Mematikan aliran listrik di rumah masing-masing demi menghindari bahaya korsleting.
- Mengawasi kondisi anak-anak dan lansia selama banjir berlangsung.

Suara Warga
Seorang warga Desa Suka Maju bernama Apat mengungkapkan bahwa banjir sudah terjadi sejak Selasa (16/9). Meski sempat surut, debit air kembali naik pada hari berikutnya.
“Air mulai naik siang kemarin sampai malam hari. Sempat surut, namun pagi tadi naik lagi,” jelasnya.
Kesimpulan
Banjir yang melanda Kabupaten Melawi menjadi peringatan serius akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Dengan kondisi 9 desa yang masih terendam, kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar dampak banjir bisa segera ditangani dan aktivitas warga kembali normal.
Cek juga artikel paling baru di ketapangnews.web.id
