Anisa Putri, Lulusan Terbaik IAIN Pontianak Raih IPK 4.0 dan Langsung Jadi CPNS
kalbarnews.web.id Kisah sukses datang dari dunia pendidikan tinggi Kalimantan Barat. Anisa Putri, mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, berhasil menorehkan prestasi luar biasa sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.0. Tidak berhenti di situ, ia juga telah resmi diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Imigrasi dan Kemasyarakatan.
Perjalanan Anisa menjadi inspirasi banyak mahasiswa lain, karena di tengah kesibukan kuliah dan aktivitas akademik, ia mampu menyeimbangkan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi CPNS nasional. Kini, ia bertugas sebagai Keimigrasian Pemula di Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang.
Dari Mahasiswa Teladan ke Aparatur Negara
Anisa menceritakan bahwa kesuksesannya bukan hasil yang datang tiba-tiba. Sejak awal kuliah, ia sudah memiliki target jelas untuk berkarier di sektor pemerintahan. Ia mulai mempersiapkan diri dengan mengikuti berbagai pelatihan, membaca literatur hukum administrasi, dan aktif dalam organisasi kampus.
“Saya sudah mendaftar CPNS sejak masih kuliah. Walaupun sempat ragu apakah bisa diterima, saya tetap berusaha maksimal dan terus belajar,” ujarnya.
Selama kuliah, Anisa dikenal sebagai mahasiswa yang tekun, aktif, dan berdisiplin tinggi. Ia kerap dipercaya menjadi asisten dosen di beberapa mata kuliah, serta terlibat dalam kegiatan akademik dan sosial kampus. Komitmennya untuk menjaga prestasi akademik tercermin dari nilai sempurna yang ia raih di setiap semester.
Selain unggul dalam bidang akademik, Anisa juga memiliki semangat pengabdian yang tinggi. Ia sering mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik keagamaan di berbagai daerah pedalaman Kalimantan Barat. Menurutnya, pengalaman tersebut membuka matanya tentang pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan masyarakat.
Perjuangan Menuju IPK 4.0
Mendapatkan IPK 4.0 bukan hal yang mudah. Anisa mengakui bahwa perjalanan kuliahnya penuh tantangan, mulai dari keterbatasan waktu hingga tekanan akademik. Namun, ia menganggap semua itu sebagai bagian dari proses belajar yang justru membentuk ketangguhannya.
“Saya selalu berusaha memahami materi secara mendalam, bukan sekadar belajar untuk ujian. Saya percaya bahwa ilmu yang benar-benar dikuasai akan bermanfaat di dunia kerja nanti,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya manajemen waktu. Setiap hari, Anisa membagi jadwal antara belajar, berorganisasi, dan membantu kegiatan akademik dosen. “Saya membuat jadwal harian ketat agar tidak ada waktu yang terbuang. Dengan begitu, saya tetap bisa aktif tanpa mengorbankan prestasi,” tambahnya.
Ketekunannya berbuah manis ketika ia diumumkan sebagai lulusan terbaik IAIN Pontianak dengan predikat cumlaude. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi Anisa, tetapi juga bagi keluarga dan seluruh civitas akademika IAIN Pontianak.
Terpilih Jadi CPNS di Kementerian Imigrasi
Kesuksesan Anisa semakin lengkap setelah ia lolos seleksi CPNS dan diterima di Kementerian Imigrasi dan Kemasyarakatan. Ia mengaku sempat tidak percaya bisa menembus seleksi yang dikenal ketat itu.
“Rasanya campur aduk antara bahagia dan terharu. Saat pengumuman keluar dan nama saya ada di daftar, saya langsung menangis. Semua kerja keras selama ini terasa terbayar,” ungkapnya.
Anisa kini bertugas di Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang, Kalimantan Barat. Dalam tugasnya, ia berperan membantu pengurusan dokumen keimigrasian, pelayanan publik, dan administrasi warga negara asing.
Meski baru memulai karier, Anisa mengaku sangat menikmati peran barunya sebagai aparatur negara. Ia melihat profesi ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk pengabdian untuk masyarakat dan negara.
“Saya ingin memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat. Bekerja di instansi pemerintahan adalah cara saya membalas semua kesempatan yang telah diberikan negara,” katanya dengan penuh semangat.
Dukungan Kampus dan Keluarga
Kesuksesan Anisa tidak lepas dari dukungan banyak pihak, terutama keluarga dan pihak kampus. Rektor IAIN Pontianak memberikan apresiasi tinggi kepada Anisa atas prestasi yang mengharumkan nama kampus di tingkat nasional.
“Anisa adalah contoh nyata bahwa kerja keras dan ketekunan dapat membawa seseorang ke puncak kesuksesan. Kami bangga memiliki alumni seperti dia,” ujar perwakilan kampus.
Selain itu, dosen pembimbingnya menyebut Anisa sebagai sosok yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan rasa empati tinggi terhadap sesama. Hal inilah yang membuatnya pantas menjadi teladan bagi mahasiswa lain.
Motivasi untuk Generasi Muda
Anisa berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain agar tidak mudah menyerah dalam mengejar impian. Ia menegaskan bahwa prestasi dan pengabdian bisa berjalan beriringan, asalkan seseorang memiliki disiplin, niat baik, dan kemauan belajar yang tinggi.
“Jangan takut gagal. Semua proses pasti membawa pelajaran berharga. Fokuslah pada apa yang bisa kamu lakukan hari ini, bukan pada apa yang belum kamu capai,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan semangat belajar sepanjang hayat. Baginya, menjadi aparatur negara berarti menjadi contoh bagi masyarakat, bukan hanya dalam bekerja, tetapi juga dalam bersikap.
Penutup
Kisah Anisa Putri, lulusan terbaik IAIN Pontianak dengan IPK sempurna 4.0 yang kini menjadi CPNS di Kementerian Imigrasi, membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi tidak pernah mengkhianati hasil.
Perjalanannya dari kampus hingga dunia kerja menunjukkan bahwa pendidikan, jika dijalani dengan sungguh-sungguh, mampu membuka jalan menuju masa depan gemilang. Ia adalah bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia siap membawa perubahan positif bagi negeri, dengan semangat belajar, berprestasi, dan mengabdi.

Cek Juga Artikel Dari Platform cctvjalanan.web.id
