Heri Saman Resmi Pimpin DPW ICDN Kalbar: Dorong Penguatan SDM Dayak dan Kolaborasi dengan Pemerintah
kalbarnews.web.id Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Provinsi Kalimantan Barat memasuki fase penting setelah melaksanakan Musyawarah Wilayah II dan pelantikan pengurus baru. Dalam forum itu, Heri Saman ditetapkan sebagai Ketua DPW ICDN Kalbar untuk lima tahun ke depan. Pelantikan berlangsung di Kubu Raya dan dihadiri tokoh akademik, pengurus organisasi, serta para pemimpin daerah.
Kehadiran Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menjadi penanda bahwa ICDN dianggap sebagai mitra penting pemerintah. Pemerintah melihat organisasi ini sebagai wadah besar bagi para pemikir Dayak yang mampu memberi masukan strategis bagi pembangunan daerah.
Harapan Pemerintah untuk Kolaborasi Lebih Kuat
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus ICDN. Menurutnya, ICDN terdiri atas akademisi, profesional, dan praktisi dengan kapasitas yang kuat. Pemikiran mereka sangat dibutuhkan pemerintah untuk membangun kebijakan yang tepat, terutama dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat harus terus ditingkatkan. Peningkatan IPM Kalbar memang sudah terlihat, tetapi masih ada pekerjaan besar, terutama dalam bidang pendidikan. Pemerintah berupaya memperkuat akses pendidikan melalui sekolah vokasi dan program paket pendidikan nonformal. Program Paket A, B, dan C menjadi solusi bagi warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Gubernur berharap ICDN membantu pemerintah dalam menyebarkan pentingnya pendidikan dan dukungan akademis bagi masyarakat Dayak.
Arah dan Komitmen Heri Saman
Sebagai ketua baru, Heri Saman menyampaikan rencana kerja ICDN dengan fokus pada penguatan kapasitas organisasi. Ia berjanji menjalankan rapat kerja dalam waktu dekat untuk menyusun program jangka pendek hingga jangka panjang. Menurutnya, ICDN harus menjadi ruang yang aktif, bukan hanya wadah seremonial.
Ia menegaskan bahwa ICDN berisi kumpulan pemikir dari berbagai bidang. Karena itu, organisasi ini harus menghasilkan rekomendasi ilmiah untuk pemerintah daerah. Rekomendasi ini diharapkan menjadi rujukan kebijakan, terutama yang menyangkut pengembangan sumber daya manusia Dayak.
Heri ingin semua pengurus dan anggota aktif memberikan gagasan. Baginya, pemikiran kolektif adalah kekuatan utama ICDN.
Pemetaan Data SDM Dayak Jadi Fokus Awal
ICDN juga menyimpan data penting mengenai kader Dayak dari berbagai tingkatan pendidikan. Data tersebut mencakup siswa, mahasiswa, pengajar, profesional, hingga tokoh masyarakat. Heri mengatakan bahwa data ini akan dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan program organisasi.
Dengan memahami kondisi SDM Dayak secara lebih detail, ICDN dapat menyusun program pembinaan yang lebih relevan. Organisasi ini ingin memastikan pembangunan manusia berjalan terarah dan mampu menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pendidikan maupun pelatihan keterampilan.
Pendekatan berbasis data ini membuat setiap rekomendasi yang disampaikan ICDN lebih kuat, karena didukung fakta lapangan.
ICDN Sebagai Jembatan Aspirasi dan Pemerintah
Heri Saman menekankan bahwa ICDN harus berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat Dayak dan pemerintah daerah. Organisasi ini dapat menyampaikan aspirasi warga dalam bentuk kajian atau laporan yang lebih terstruktur.
Ia menilai bahwa banyak persoalan masyarakat dapat ditangani lebih cepat jika ada komunikasi yang jelas. Karena itu, ICDN ingin memastikan bahwa rekomendasi yang dibuat organisasi dapat membantu pemerintah memperbaiki layanan publik, pendidikan, ekonomi, dan fasilitas sosial.
ICDN juga siap terlibat dalam pengawalan implementasi kebijakan agar program pemerintah tidak berhenti di atas kertas. Keterlibatan ini penting untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Peran Cendekiawan Dayak dalam Pembangunan Kalbar
Kalimantan Barat memiliki keberagaman budaya dan tantangan pembangunan yang besar. SDM menjadi aspek krusial untuk memperkuat daya saing daerah. Di sinilah peran cendekiawan sangat diperlukan. Organisasi seperti ICDN menjadi ruang untuk menyatukan pemikiran, pengalaman, dan keahlian para pakar Dayak.
Cendekiawan memiliki potensi besar untuk mendorong inovasi di sektor pendidikan, hukum, kesehatan, ekonomi kreatif, hingga teknologi. Dengan bergabung dalam ICDN, para ahli ini dapat bekerja bersama dan merancang strategi pembangunan yang lebih efektif.
Organisasi ini juga dapat berfungsi sebagai pusat kajian bagi isu-isu Dayak, sehingga kebijakan pemerintah tidak mengabaikan identitas, budaya, dan kebutuhan masyarakat lokal.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan ICDN dalam menjalankan misinya bergantung pada sinergi antara pemerintah, akademisi, lembaga adat, dan masyarakat sipil. Tanpa kolaborasi yang kuat, inovasi yang dihasilkan sulit diterapkan. Karena itu, Heri mengajak seluruh anggota ICDN untuk menjalin hubungan lebih erat dengan berbagai lembaga.
Ia berharap ICDN dapat menjadi mitra terpercaya yang membantu pemerintah dalam perumusan kebijakan hingga pelaksanaan program peningkatan SDM. Dengan sinergi yang baik, pembangunan Kalbar dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kesimpulan
Terpilihnya Heri Saman sebagai Ketua DPW ICDN Kalbar membuka kesempatan baru bagi pergerakan intelektual masyarakat Dayak. Dengan dukungan pemerintah dan peran aktif para cendekiawan, ICDN diharapkan mampu memperkuat kapasitas SDM, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memberikan rekomendasi berbasis data kepada pemerintah. Organisasi ini kini memegang tanggung jawab besar untuk membantu Kalimantan Barat tumbuh dengan lebih inklusif dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarjawa.web.id
