Gubernur Kalbar Usulkan Pembangunan Jembatan Kapuas 3 dan Dua Proyek Strategis Lain ke Kementerian PU

kalbarnews.web.id Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mempercepat agenda pembangunan infrastruktur untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam sebuah pertemuan resmi dengan jajaran balai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan tiga usulan proyek prioritas yang dianggap penting bagi masa depan pembangunan wilayah Kalbar.

Tiga proyek tersebut dinilai memiliki dampak besar terhadap peningkatan akses transportasi, efisiensi logistik, serta percepatan pembangunan kawasan strategis. Oleh karena itu, Gubernur menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar proyek yang diajukan dapat berjalan optimal.

Usulan Tiga Proyek Strategis ke Kementerian PU

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Ria Norsan secara langsung menyampaikan tiga proyek besar yang diharapkan menjadi perhatian utama pemerintah pusat.

Proyek pertama adalah pembangunan Jembatan Kapuas 3, sebuah infrastruktur penting yang akan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalimantan Barat. Jembatan ini diharapkan menjadi penghubung baru untuk memudahkan mobilitas masyarakat serta mempercepat distribusi barang antarwilayah.

Proyek kedua adalah Jalan Pontianak Outer Ring Road (PORR). Jalan lingkar luar ini dirancang untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Pontianak sekaligus menciptakan jalur transportasi yang lebih efisien. PORR menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengatur arus kendaraan yang semakin meningkat seiring pertumbuhan kota.

Proyek ketiga berkaitan dengan akses jalan tol menuju Pelabuhan Kijing, pelabuhan yang telah dikembangkan sebagai hub perdagangan regional. Infrastruktur pendukung menuju pelabuhan ini diperlukan untuk mempercepat arus logistik dan mengoptimalkan fungsi Pelabuhan Kijing sebagai pusat ekspor-impor di Kalimantan Barat.

Gubernur menegaskan bahwa ketiga proyek strategis tersebut harus dibangun melalui kerja sama yang erat antara pemerintah daerah dan pusat. Tanpa sinergi, percepatan pembangunan akan sulit dicapai.

Pentingnya Koordinasi Pemerintah Daerah dan Balai PU

Dalam pernyataannya, Gubernur Ria Norsan meminta kepada seluruh jajaran balai Kementerian PU untuk meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Ia menekankan bahwa program pembangunan infrastruktur pusat harus selaras dengan kebutuhan daerah agar manfaatnya lebih maksimal bagi masyarakat.

Ia juga meminta agar balai membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah. Dengan interaksi yang baik, setiap usulan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat sesuai arah pembangunan yang sudah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya soal membangun fisik, tetapi bagaimana memastikan pembangunan itu membawa perubahan nyata bagi masyarakat dan mendorong pemerataan ekonomi.

Balai Besar PU Sampaikan Komitmen Kolaborasi

Menanggapi usulan tersebut, perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalbar, Candra, menyampaikan komitmen penuh untuk memperkuat sinkronisasi program pembangunan infrastruktur. Ia menilai pertemuan langsung dengan Gubernur menjadi langkah penting yang memperkuat hubungan antara pusat dan daerah.

Menurutnya, seluruh balai PU menyambut baik koordinasi ini karena memberikan kesempatan untuk menyamakan persepsi mengenai kebutuhan pembangunan Kalimantan Barat. Dengan kolaborasi yang solid, pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Candra juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait Jembatan Kapuas 3. Ia mengungkapkan bahwa desain teknis proyek tersebut telah selesai disusun dan segera diserahkan kepada pemerintah daerah untuk proses berikutnya. Nilai proyek ini diperkirakan mencapai Rp 2,8 triliun, sehingga penganggarannya perlu dukungan pemerintah pusat.

Usulan Tambahan: Pembangunan Trotoar Menuju Simpang Polda

Selain tiga proyek strategis besar, Gubernur Kalbar juga mengajukan permohonan pembangunan trotoar sepanjang kurang lebih 9 kilometer dari Bandara Supadio menuju Simpang Polda. Trotoar ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang melintasi kawasan tersebut.

Infrastruktur pendukung seperti trotoar sering kali menjadi kebutuhan penting tetapi terabaikan. Dengan adanya fasilitas ini, area sekitar bandara dapat menjadi lebih ramah bagi pejalan kaki, sekaligus memperkuat estetika kota.

Pembangunan Infrastruktur sebagai Pilar Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memandang bahwa pembangunan infrastruktur merupakan pondasi utama untuk pemerataan ekonomi daerah. Infrastruktur yang baik akan membuka akses ke daerah-daerah terpencil, mempercepat mobilitas masyarakat, dan memberi dukungan bagi sektor industri, perdagangan, dan pariwisata.

Gubernur Ria Norsan menyebutkan bahwa kolaborasi yang erat antara pusat dan daerah adalah kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Setiap program harus dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan memiliki dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi.

Dengan adanya dukungan dari Kementerian PU, proyek-proyek strategis yang diusulkan ini diharapkan dapat segera terealisasi, membawa manfaat besar bagi Kalimantan Barat dan memperkuat posisinya sebagai wilayah dengan potensi ekonomi yang terus berkembang.

Kesimpulan: Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Kalbar

Usulan Gubernur Kalbar terkait pembangunan Jembatan Kapuas 3, Jalan PORR, dan akses pelabuhan merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi wilayah. Tanggapan positif dari balai PU menunjukkan adanya ruang kolaborasi yang kuat. Dengan kerja sama yang baik, pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat dapat terlaksana lebih cepat dan tepat sasaran.

Ke depan, masyarakat Kalbar menantikan realisasi proyek-proyek ini sebagai bagian dari transformasi pembangunan daerah menuju masa depan yang lebih maju.

Cek Juga Artikel Dari Platform jalanjalan-indonesia.com

You may also like...