Pekan Kopi Sukabumi Resmi Dibuka, Dorong UMKM Lokal

Pemerintah Kota Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama penguatan perekonomian daerah. Upaya tersebut kembali ditegaskan melalui pembukaan resmi Pakasi Pekan Kopi Sukabumi, sebuah kegiatan yang dirancang untuk memperkuat peran UMKM lokal serta memperluas ekosistem industri kreatif berbasis potensi daerah.

Pekan Kopi Sukabumi secara resmi dibuka oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki dan digelar di Pegadaian Kota Sukabumi. Kegiatan ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemerintah daerah dengan pelaku ekonomi kreatif, pegiat kopi, serta UMKM yang selama ini berkontribusi aktif dalam menggerakkan perekonomian Kota Sukabumi.

Ruang Kolaborasi Pelaku Ekonomi Kreatif

Penyelenggaraan Pekan Kopi Sukabumi tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan ruang kolaborasi yang membuka peluang sinergi antarpelaku usaha. Berbagai produk kopi lokal ditampilkan kepada masyarakat, mulai dari biji kopi, minuman olahan, hingga produk turunan berbasis kopi yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Selain kopi, pelaku UMKM dari sektor kreatif lainnya turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka memperkuat konsep ekonomi kreatif yang saling terhubung, di mana satu subsektor dapat mendukung subsektor lainnya dalam satu ekosistem usaha yang sehat.

Acara ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Ketua TP PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatillah, Ketua Bidang I TP PKK Kota Sukabumi Kia Florita, unsur Dekranasda, serta berbagai komunitas dan pelaku UMKM Kota Sukabumi.

Apresiasi terhadap Dukungan Dunia Usaha

Pemerintah Kota Sukabumi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pegadaian Kota Sukabumi atas dukungan serta fasilitas yang diberikan sehingga kegiatan Pekan Kopi dapat terselenggara dengan baik dan berjalan lancar. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kolaborasi semacam ini dianggap penting untuk menciptakan ruang promosi yang lebih luas bagi produk-produk UMKM. Dengan dukungan fasilitas, promosi, dan jejaring yang tepat, pelaku usaha lokal diharapkan mampu meningkatkan daya saing produknya, baik di tingkat regional maupun nasional.

Ekonomi Kreatif sebagai Program Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif merupakan bagian dari program strategis Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi yang dijalankan secara berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh berjalan tanpa arah, melainkan harus memiliki visi jangka panjang yang jelas.

Ia menekankan bahwa Kota Sukabumi harus memiliki konsep pembangunan yang terarah, termasuk bagaimana kota ini diposisikan untuk menghadapi tantangan masa depan. Dalam kondisi keterbatasan sumber daya alam, kreativitas masyarakat menjadi kekuatan utama yang harus terus didorong dan dikembangkan.

Inovasi dan Konsistensi dalam Dunia Usaha

Wali Kota juga menyoroti pentingnya komitmen dan konsistensi dalam menjalankan usaha. Ia menilai bahwa inovasi merupakan kunci utama bagi pelaku UMKM untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

Menurutnya, pelaku usaha harus berani berinovasi, baik dari sisi produk, kemasan, maupun strategi pemasaran. Pemerintah daerah, di sisi lain, berperan sebagai fasilitator yang menciptakan iklim usaha kondusif dan mendukung pengembangan kapasitas UMKM melalui berbagai program dan kegiatan.

Pekan Kopi Sukabumi dinilai sebagai salah satu contoh konkret bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat berjalan beriringan, menciptakan peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif.

Penguatan Ekosistem Usaha Lokal

Hubungan dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha disebut sebagai faktor kunci dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Wali Kota Sukabumi menegaskan bahwa sinergi tersebut harus terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, tetapi dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Dengan ekosistem usaha yang kuat, UMKM lokal diharapkan mampu naik kelas, meningkatkan skala usaha, serta memperluas jangkauan pasar. Hal ini sekaligus menjadi fondasi bagi Kota Sukabumi untuk memperkuat daya saingnya di tingkat yang lebih luas.

Legalitas Usaha dan Kontribusi Daerah

Selain aspek inovasi dan kolaborasi, Wali Kota Sukabumi juga mengingatkan pentingnya legalitas usaha sebagai bagian dari profesionalisme UMKM. Legalitas dinilai mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, mempermudah akses pembiayaan, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Ia juga menyinggung pentingnya kontribusi pajak dan retribusi daerah. Menurutnya, kebijakan yang diterapkan pemerintah diarahkan agar tidak membebani pelaku usaha, melainkan menjadi komitmen bersama dalam membangun daerah.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai dan daya saing Kota Sukabumi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kopi sebagai Simbol Ekonomi Kreatif Sukabumi

Pekan Kopi Sukabumi mencerminkan bagaimana kopi tidak hanya dipandang sebagai komoditas, tetapi juga sebagai simbol kreativitas, identitas, dan potensi ekonomi daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, kopi lokal Sukabumi diharapkan mampu menjadi bagian penting dari penggerak ekonomi kreatif kota.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif agar dapat berkembang, berkolaborasi, dan berkontribusi nyata dalam memajukan perekonomian daerah menuju daya saing nasional dan internasional.

Baca Juga : Pemkot Sukabumi Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Pekan Kopi

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : georgegordonfirstnation

You may also like...