Polres Mempawah Gelar Doa Lintas Agama untuk Sumatera
Kepolisian Resor Mempawah, Polda Kalimantan Barat, menggelar kegiatan doa lintas agama sebagai wujud empati dan solidaritas bagi masyarakat di wilayah Sumatera yang tengah dilanda berbagai bencana alam. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Rupattama Polres Mempawah, Rabu (31/12/2025), dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, serta elemen masyarakat.
Doa lintas agama ini mengusung tema “Bersama Satukan Hati, Satu Doa untuk Sumatera Kuat, Sumatera Bangkit, Indonesia Maju”. Tema tersebut dipilih sebagai simbol persatuan, kepedulian, dan harapan bersama agar masyarakat Sumatera yang terdampak bencana alam dapat segera pulih serta bangkit menata kembali kehidupan mereka.
Wujud Empati untuk Korban Bencana
Kegiatan doa lintas agama ini dilatarbelakangi oleh rangkaian bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada penghujung tahun 2025. Banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem telah menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan anggota keluarga. Kondisi tersebut mengetuk nurani banyak pihak, termasuk jajaran kepolisian dan pemerintah daerah di Kalimantan Barat.
Kapolres Mempawah AKBP Jonathan David Harianthono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap sesama anak bangsa. Menurutnya, meski berada di wilayah yang berbeda pulau, penderitaan yang dialami saudara-saudara di Sumatera adalah duka bersama seluruh masyarakat Indonesia.
“Melalui doa lintas agama ini, kami berharap tercurah keberkahan, keselamatan, dan percepatan pemulihan bagi wilayah-wilayah di Sumatera yang terdampak bencana alam,” ujar Kapolres dalam sambutannya.
Kehadiran Lintas Unsur Masyarakat
Doa lintas agama ini dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda Kabupaten Mempawah, pejabat pemerintah daerah, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, serta awak media. Pemerintah Kabupaten Mempawah diwakili oleh Asisten Tata Praja Setda Mempawah, Yet Ellyana Mussa.
Turut hadir Wakapolres Mempawah Kompol Antonius Trias Kuncorojati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para pemuka agama dari berbagai latar belakang. Kehadiran lintas unsur ini memperkuat makna kegiatan doa bersama sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan tanpa sekat perbedaan.
Kapolres Mempawah mengapresiasi seluruh pihak yangsmasyarakat yang hadir dan berpartisipasi. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan semangat toleransi dan keharmonisan yang telah lama terbangun di Kabupaten Mempawah.
Doa sebagai Perekat Persatuan
Dalam suasana yang penuh kekhidmatan, perwakilan tokoh agama secara bergantian memanjatkan doa sesuai dengan keyakinan masing-masing. Meski berbeda cara dan bahasa doa, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam satu tujuan yang sama, yakni memohon keselamatan, kekuatan, dan ketabahan bagi para korban bencana alam di Sumatera.
Kapolres menekankan bahwa doa lintas agama bukan sekadar ritual spiritual, melainkan juga sarana mempererat persatuan dan menumbuhkan empati sosial. Menurutnya, doa bersama mampu menghadirkan ketenangan batin sekaligus menguatkan komitmen untuk saling membantu.
“Bencana alam menjadi pengingat bagi kita semua akan keterbatasan manusia. Dengan kebersamaan, solidaritas, dan doa, kita bisa saling menguatkan dalam menghadapi cobaan,” ungkapnya.
Makna Kebhinekaan di Tengah Ujian Bangsa
Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk dengan beragam suku, agama, dan budaya. Dalam situasi krisis, nilai kebhinekaan justru diuji dan sekaligus diperkuat. Doa lintas agama yang digelar Polres Mempawah menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan dapat dirajut menjadi kekuatan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian kemanusiaan melampaui sekat-sekat identitas. Ketika bencana melanda, yang dibutuhkan adalah solidaritas, empati, dan kerja sama semua pihak untuk membantu para penyintas bangkit dari keterpurukan.
Tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk terus digelorakan, terutama di tengah tantangan global dan nasional yang semakin kompleks. Selain memperkuat ikatan sosial, doa lintas agama juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya toleransi dan persatuan.
Polri dan Peran Kemanusiaan
Sebagai institusi yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Polres Mempawah melalui kegiatan ini menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam situasi aman maupun saat bangsa dilanda musibah.
Kapolres Mempawah berharap doa lintas agama ini dapat memberikan semangat baru bagi para korban bencana serta menggerakkan kepedulian masyarakat luas untuk ikut membantu, baik melalui doa, donasi, maupun aksi nyata lainnya.
“Kami berdoa agar Sumatera senantiasa diberikan keamanan, kekuatan, dan kemajuan, sehingga seluruh masyarakat dapat kembali hidup harmonis dan sejahtera,” tuturnya.
Harapan dan Ajakan Solidaritas
Di akhir kegiatan, Kapolres Mempawah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas nasional. Ia menekankan bahwa bencana alam tidak mengenal batas wilayah, sehingga semangat gotong royong harus terus dipelihara sebagai jati diri bangsa Indonesia.
Kegiatan doa lintas agama ini ditutup dengan suasana penuh kehangatan dan rasa persaudaraan. Para peserta saling bersalaman dan menyampaikan harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberi kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian.
Melalui kegiatan ini, Polres Mempawah berharap nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebersamaan dapat terus tumbuh dan menjadi fondasi kuat dalam membangun Indonesia yang tangguh, bersatu, dan berdaya menghadapi bencana di masa depan.
Baca Juga : FKPT Kalbar Ingatkan Bahaya Radikalisme Menyasar Pelajar
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : marihidupsehat

