Tugu Khatulistiwa di Pontianak: Ikon Kota Khatulistiwa dan Pesonanya
Pendahuluan
kalbarnews.web.id – Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, dikenal luas sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Salah satu ikon kebanggaan kota ini adalah Tugu Khatulistiwa, monumen bersejarah yang menjadi bukti geografis sekaligus destinasi wisata yang menarik. Bagi wisatawan, mengunjungi tugu ini memberikan pengalaman unik yang tidak ditemukan di tempat lain.
Sejarah Tugu Khatulistiwa
Tugu Khatulistiwa pertama kali dibangun pada tahun 1928 oleh tim ekspedisi astronomi asal Belanda yang dipimpin oleh seorang ahli geografi bernama V. Wiese. Awalnya, bangunan ini hanya berupa tonggak sederhana yang menandai titik garis khatulistiwa.
Seiring perkembangan waktu, tugu ini beberapa kali mengalami renovasi. Pada tahun 1990, pemerintah menambahkan kubah dan bangunan penyangga, membuat tampilannya lebih megah dan modern. Kini, Tugu Khatulistiwa tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga simbol kebanggaan masyarakat Pontianak.
Keunikan Tugu Khatulistiwa
Salah satu keunikan utama Tugu Khatulistiwa adalah fenomena kulminasi matahari. Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun, biasanya pada 21–23 Maret dan 21–23 September, ketika posisi matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Pada momen ini, bayangan benda akan menghilang selama beberapa detik.
Fenomena ini selalu menarik minat wisatawan, peneliti, dan fotografer dari berbagai daerah untuk datang dan menyaksikannya secara langsung.
Fasilitas di Tugu Khatulistiwa
Kawasan Tugu Khatulistiwa kini dilengkapi berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, seperti:
- Pusat Informasi yang memberikan penjelasan sejarah dan fenomena astronomi.
- Area Foto dengan latar tulisan “Equator Monument” yang ikonik.
- Toko Suvenir yang menjual pernak-pernik khas Pontianak.
- Ruang Pameran yang menampilkan koleksi foto dan informasi ilmiah tentang khatulistiwa.
Aktivitas Menarik di Tugu Khatulistiwa
1. Menyaksikan Fenomena Kulminasi
Datanglah saat jadwal kulminasi untuk melihat fenomena langka di mana bayangan benda menghilang. Fenomena ini hanya terjadi di beberapa titik di dunia, dan Pontianak adalah salah satunya.
2. Berfoto di Titik Garis Khatulistiwa
Garis khatulistiwa yang melintang di lokasi ini menjadi spot foto favorit. Banyak wisatawan mengabadikan momen di area khusus yang menandai titik lintang nol derajat.
3. Menikmati Pemandangan Sungai Kapuas
Lokasi Tugu Khatulistiwa berada di dekat Sungai Kapuas, memberikan pemandangan indah yang cocok untuk bersantai setelah berkeliling area tugu.
Tips Berkunjung ke Tugu Khatulistiwa
- Datang di Waktu Tepat: Kunjungi saat kulminasi matahari untuk pengalaman unik.
- Gunakan Kamera Berkualitas: Agar momen berharga dapat diabadikan dengan jelas.
- Kenakan Pakaian Nyaman: Cuaca di Pontianak cukup panas, jadi gunakan pakaian yang ringan.
- Bawa Uang Tunai: Untuk membeli tiket masuk, suvenir, atau menikmati kuliner di sekitar lokasi.
Akses Menuju Tugu Khatulistiwa
Tugu ini terletak di Jalan Khatulistiwa, sekitar 3 kilometer dari pusat Kota Pontianak. Perjalanan ke lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi, transportasi online, atau taksi dengan waktu tempuh sekitar 10–15 menit.
Kesimpulan
Tugu Khatulistiwa di Pontianak bukan hanya sekadar monumen, tetapi juga simbol kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat. Sejarah panjang, fenomena kulminasi matahari, serta fasilitas modern membuatnya menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi berdiri tepat di garis lintang nol derajat bumi, Tugu Khatulistiwa menawarkan pengalaman unik yang tak terlupakan. Jadi, jika Anda berkunjung ke Pontianak, jangan lewatkan untuk singgah di ikon kota yang satu ini.
Artikel unik lainnya juga ada di ngobrol.online

