Mempawah Miliki 12 Desa Bersinar, Targetkan Zero Narkoba

Program Desa Bersinar Terus Bertambah di Mempawah

Upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di tingkat akar rumput terus diperkuat di Kabupaten Mempawah. Sejak pertama kali digulirkan pada 2020, kini tercatat sudah ada 12 Desa Bersinar atau Desa Bersih Narkoba yang tersebar di berbagai wilayah.

Terbaru, Desa Sungai Kunyit Laut, Kecamatan Sungai Kunyit, resmi dilaunching sebagai Desa Bersinar pada awal Desember 2025. Penambahan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mempawah dalam memperluas gerakan desa bebas narkoba.

Launching Desa Sungai Kunyit Laut Awal Desember

Kepala BNNK Mempawah, Agus Sudiman, menyampaikan bahwa pencanangan Desa Sungai Kunyit Laut dilakukan secara resmi pada awal Desember 2025.

“Jadi tahun ini kita launching Desa Bersinar di Desa Sungai Kunyit Laut pada awal Desember. Pencanangan langsung oleh Pak Wakil Bupati, serta dihadiri sejumlah pihak terkait termasuk dari BNN provinsi,” ungkap Agus saat press release, Senin (29/12/2025).

Peluncuran tersebut menjadi bukti sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga unsur masyarakat dalam upaya menekan peredaran narkoba.

Desa Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Agus Sudiman menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika kini tidak lagi hanya terjadi di perkotaan. Desa-desa pun mulai rentan terpapar peredaran narkoba, seiring dengan semakin terbukanya akses dan mobilitas masyarakat.

“Penyalahgunaan narkotika sudah masuk sampai ke sendi-sendi kehidupan masyarakat di desa,” ujarnya.

Karena itu, pendekatan pencegahan harus dimulai dari desa sebagai garda terdepan pemerintahan nasional. Dengan keterlibatan langsung aparat desa dan masyarakat, program Desa Bersinar diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang benar-benar bebas dari narkoba.

Target Besar: Zero Pengguna Narkoba di Desa

Melalui program Desa Bersinar, BNNK Mempawah menargetkan terciptanya desa dengan nol pengguna narkoba. Target ini memang tidak mudah, namun dinilai realistis jika seluruh elemen desa terlibat aktif.

“Kita harapkan desa itu menjadi zero penggunaan narkoba di situ,” tegas Agus.

Konsep Desa Bersinar tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi lebih menitikberatkan pada pencegahan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Mulai dari sosialisasi bahaya narkoba, pembentukan relawan anti narkoba, hingga penguatan ketahanan keluarga dan pemuda.

Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan

Di balik komitmen tersebut, BNNK Mempawah mengakui adanya keterbatasan anggaran dalam menjalankan program Desa Bersinar secara masif. Oleh karena itu, peran dan kemandirian desa menjadi faktor kunci keberlanjutan program.

Agus mendorong agar desa ke depan bisa secara mandiri mengalokasikan anggaran melalui dana desa untuk menjalankan program Desa Bersinar.

“Untuk tahun ini yang Desa Sungai Kunyit Laut mereka yang meminta kita. Memang kita tidak bisa mengintervensi karena skala prioritas di setiap desa berbeda,” jelasnya.

Dorongan Kemandirian Desa Lewat Dana Desa

Menurut Agus, pada tahap awal program Desa Bersinar, BNNK masih memiliki dukungan anggaran untuk mendampingi desa. Namun dalam jangka panjang, kemandirian desa menjadi hal yang sangat penting.

“Waktu di awal program ini bergulir melalui kita, kita punya anggaran. Namun kita juga mengharapkan kemandirian desa, karena sesuatu itu akan berhasil kalau ada kemauan dari desa tersebut,” tambahnya.

Dengan memanfaatkan dana desa, pemerintah desa dapat merancang program pencegahan narkoba yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan wilayah masing-masing, mulai dari pelatihan, kampanye, hingga kegiatan positif bagi generasi muda.

Harapan Lebih Banyak Desa Bergabung

BNNK Mempawah berharap pada tahun-tahun mendatang semakin banyak desa yang secara sukarela mengajukan diri untuk menjadi Desa Bersinar. Inisiatif dari desa dinilai lebih efektif dibandingkan program yang bersifat top-down.

Agus menilai, kemauan dan kesadaran desa menjadi faktor utama keberhasilan. Ketika perangkat desa dan masyarakat memiliki komitmen bersama, program pencegahan narkoba akan berjalan lebih berkelanjutan.

Daftar 12 Desa Bersinar di Kabupaten Mempawah

Hingga akhir 2025, terdapat 12 desa dan kelurahan di Kabupaten Mempawah yang telah menyandang status Desa Bersinar. Desa-desa tersebut adalah:

  • Desa Parit Banjar
  • Desa Sungai Kunyit Dalam
  • Desa Antibar
  • Desa Penibung
  • Desa Anjungan Dalam
  • Kelurahan Anjungan Melancar
  • Kelurahan Terusan
  • Desa Pak Laheng
  • Desa Toho Ilir
  • Desa Galang
  • Kelurahan Sungai Pinyuh
  • Desa Sungai Kunyit Laut

Keberagaman lokasi ini menunjukkan bahwa program Desa Bersinar dapat diterapkan di berbagai karakter wilayah, baik desa pesisir, pedalaman, maupun kawasan kelurahan.

Peran Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan

Keberhasilan Desa Bersinar tidak hanya bergantung pada aparat atau pemerintah desa, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Keluarga, tokoh agama, tokoh adat, hingga pemuda memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang menolak narkoba.

Melalui pendekatan sosial dan budaya, pesan bahaya narkoba diharapkan lebih mudah diterima dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menuju Mempawah Bebas Narkoba

Dengan bertambahnya jumlah Desa Bersinar, Kabupaten Mempawah optimistis dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba secara signifikan. Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Mempawah yang sehat, aman, dan produktif.

BNNK Mempawah menegaskan bahwa Desa Bersinar bukan sekadar label, melainkan komitmen bersama untuk menjaga masa depan generasi muda dari ancaman narkoba. Jika desa kuat, maka daerah pun akan kuat dalam menghadapi bahaya narkotika.

Baca Juga : Pertamina Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Aman di Sintang

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : suarairama

You may also like...