Doa Bersama Sambut HAB Kemenag, Wujudkan Indonesia Damai

Doa Bersama Sambut HAB Kemenag, Wujudkan Indonesia Damai

Dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya menggelar doa bersama pada Jumat (2/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HAB yang diperingati setiap tanggal 3 Januari, sekaligus momentum refleksi atas pengabdian Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.

Doa bersama tersebut mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Tema ini merefleksikan komitmen kuat Kementerian Agama untuk terus menjadi garda terdepan dalam memperkuat persatuan, membangun harmoni antarumat beragama, serta mendorong sinergi lintas elemen bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.


Momentum Spiritual Menyambut Hari Amal Bakti

Hari Amal Bakti Kementerian Agama bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum spiritual dan institusional untuk meneguhkan kembali nilai-nilai pengabdian, pelayanan, dan keteladanan aparatur Kemenag. Melalui doa bersama, seluruh jajaran diharapkan dapat merefleksikan perjalanan panjang Kemenag sejak berdiri hingga saat ini.

Di usia ke-80, Kementerian Agama menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas layanan publik, hingga peran strategis dalam menjaga persatuan nasional. Karena itu, kegiatan doa bersama dipandang sebagai fondasi spiritual agar seluruh program dan kebijakan Kemenag berjalan dengan nilai keikhlasan dan integritas.


Dihadiri ASN dan Keluarga Besar Kemenag Kubu Raya

Kegiatan doa bersama dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya. Peserta yang hadir meliputi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kepala Madrasah, para pejabat struktural dan fungsional, hingga pengurus serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Kemenag. Doa bersama tidak hanya menjadi ruang ibadah kolektif, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat soliditas internal organisasi.


Santunan Anak Yatim, Implementasi Nilai Ikhlas Beramal

Selain doa bersama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Sekitar 50 anak yatim piatu menerima santunan sebagai wujud kepedulian sosial dan implementasi nyata dari nilai “Ikhlas Beramal”, yang menjadi motto Kementerian Agama.

Pemberian santunan ini menegaskan bahwa peringatan HAB tidak hanya berorientasi pada aspek seremonial, tetapi juga mengedepankan dimensi sosial dan kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, Kemenag ingin menanamkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.


Suasana Khidmat dan Penuh Kebersamaan

Acara berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai dalam suasana khidmat, tertib, dan penuh kebersamaan. Doa-doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas pengabdian Kemenag selama delapan dekade, sekaligus permohonan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan kemajuan.

Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan. Nuansa religius terasa kental, mencerminkan semangat kebersamaan dan keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan umat dan negara.


Harapan Kepala Kemenag Kubu Raya

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya, Dr. H. Ekhsan, S.Ag., M.Si., menyampaikan harapannya agar kegiatan doa bersama seperti ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan di masa mendatang.

Menurutnya, kegiatan spiritual yang melibatkan seluruh unsur Kemenag memiliki nilai strategis dalam memperkuat jati diri dan semangat pengabdian aparatur. Ia juga berharap agar pelaksanaan doa bersama ke depan dapat menjangkau lebih banyak pihak dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan kegiatan ini tahun depan bisa lebih besar lagi, karena kegiatan seperti ini jarang sekali dibumikan,” ujarnya.


Menguatkan Kerukunan Umat dan Sinergi Bangsa

Tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” dinilai sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, kerukunan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kemajuan nasional.

Melalui momentum HAB ke-80, Kementerian Agama kembali menegaskan perannya sebagai penjaga harmoni sosial dan penggerak moderasi beragama. Doa bersama menjadi simbol bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada aspek material, tetapi juga pada kekuatan spiritual dan nilai-nilai kebersamaan.


HAB Kemenag sebagai Refleksi dan Penguatan Komitmen

Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama diharapkan menjadi titik refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh jajaran Kemenag, baik di pusat maupun daerah. Dengan semangat ikhlas beramal, Kemenag terus berupaya meningkatkan kualitas layanan keagamaan, pendidikan, dan sosial demi terwujudnya Indonesia yang damai, rukun, dan maju.

Melalui doa bersama dan aksi nyata kepedulian sosial, Kemenag Kubu Raya menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan secara konkret dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjadi perekat persatuan bangsa di tengah keberagaman.

Baca Juga : Kalbar Siaga Cuaca Buruk, Hujan Petir dan Angin Kencang

Cek Juga Artikel Dari Platform : beritabandar

You may also like...