Sejarah Rumah Radakng di Pontianak: Rumah Panjang Dayak yang Megah dan Bermakna
Pendahuluan
Rumah adat ini juga dibahas dalam artikel pilar [Sejarah dan Budaya Kalimantan Barat].
Jelajahi pula keterkaitannya dengan budaya di tepian [Sungai Kapuas] dan tradisi unik seperti [Tatung Singkawang].
Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, memiliki banyak ikon budaya. Salah satunya adalah Rumah Radakng. Bangunan ini bukan hanya rumah adat, tetapi juga simbol kekayaan budaya suku Dayak Kanayatn. Dengan panjang 138 meter, rumah ini dapat menampung hingga 600 orang.
Sejarah dan Asal Usul
Rumah Radakng berakar dari tradisi rumah panjang suku Dayak. Rumah asli dibangun di Desa Saham, Kabupaten Landak, pada tahun 1875. Pada masa itu, rumah panjang digunakan sebagai tempat tinggal bersama dan pusat kegiatan adat.
Sayangnya, pada tahun 1960-an, banyak rumah panjang asli dibongkar. Alasan utamanya adalah perubahan pola hidup masyarakat. Meski begitu, satu rumah panjang di Landak masih bertahan. Panjangnya mencapai 186 meter dan memiliki 34 bilik yang dihuni sekitar 200 orang.
Replika Rumah Radakng di Pontianak
Untuk melestarikan budaya, pemerintah membangun replika Rumah Radakng di Komplek Perkampungan Budaya, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak. Replika ini diresmikan pada tahun 2013. Kini, bangunan ini menjadi pusat kegiatan budaya, festival, dan edukasi.
Arsitektur dan Filosofi
Rumah Radakng memiliki panjang 138 meter dan tinggi 7 meter. Pilar kayu kokoh menopang rumah, dilengkapi tangga atau “hejot” dengan jumlah ganjil. Setiap ukiran dan simbol memiliki makna, termasuk ukiran burung Enggang Gading yang melambangkan kekuatan.
Bagian depan rumah menghadap ke arah matahari terbit. Filosofinya adalah bekerja keras sejak pagi. Sementara bagian belakang menghadap matahari terbenam, melambangkan waktu untuk beristirahat. Di dalamnya, dapur menghadap ke arah sungai sebagai simbol kemakmuran dan sumber kehidupan.
Peran Budaya dan Pariwisata
Rumah Radakng tidak hanya bangunan fisik. Ia adalah pusat kegiatan budaya masyarakat Dayak. Festival Gawai Dayak kerap diadakan di sini, menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Rumah ini juga menjadi tempat berkumpul dan belajar. Pengunjung bisa melihat langsung bagaimana nilai toleransi dan gotong royong dijaga. Rumah Radakng kini menjadi salah satu ikon wisata budaya Pontianak.
Kegiatan Menarik di Rumah Radakng
- Mengikuti acara adat dan festival budaya.
- Menyaksikan tarian dan musik tradisional Dayak.
- Mempelajari filosofi di balik arsitektur rumah.
- Berfoto di area rumah sebagai kenang-kenangan wisata.
Tips Berkunjung ke Rumah Radakng
- Datang pada saat festival, seperti Gawai Dayak.
- Gunakan pakaian yang sopan, terutama jika mengikuti acara adat.
- Bawa kamera untuk mengabadikan momen.
- Hormati aturan setempat dan jangan merusak fasilitas.
Kesimpulan
Rumah Radakng di Pontianak bukan hanya replika rumah panjang. Bangunan ini adalah simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Dayak. Arsitekturnya yang unik, nilai filosofis, dan peran pentingnya dalam budaya menjadikannya destinasi wajib bagi wisatawan.
Jika Anda berada di Pontianak, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Rumah Radakng. Di sana, Anda bisa mengenal lebih dekat budaya Dayak dan menikmati keindahan warisan budaya yang terus terjaga.
Cek juga artikel tarbaru di wikiberita.net

