Dokter dr. Raden Rubini & Raden Abdul Kadir: Suara Nyata Melawan Penjajahan
Pahlawan Kalbar, Jejak Keberanian yang Tak Lekang Waktu
Untuk memahami konteks perjuangan dr. Raden Rubini, kunjungi artikel pilar [Sejarah dan Budaya Kalimantan Barat].
Baca pula tentang peristiwa bersejarah di [Tugu Bambu Runcing] dan tokoh-tokoh yang tercatat sebagai [Pahlawan Pontianak].
Kalimantan Barat bukan hanya tanah dengan kekayaan alam luar biasa. Di balik sejarah panjangnya, tersimpan kisah dua pahlawan besar yang berani berdiri di garis depan melawan penjajahan: dr. Raden Rubini dan Raden Abdul Kadir. Keduanya menjadi simbol keberanian, pengorbanan, dan semangat juang tanpa pamrih demi kemerdekaan Indonesia.
dr. Raden Rubini: Dokter yang Mengabdi untuk Rakyat
Lahir di Pontianak, dr. Raden Rubini dikenal bukan hanya sebagai tenaga medis, tetapi juga sosok yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi. Di masa penjajahan Jepang, ketika banyak tokoh pergerakan di Kalimantan Barat ditangkap, dr. Rubini tetap berjuang membantu rakyat dan menjadi penyambung suara kemerdekaan.
Keahliannya sebagai dokter tidak membuatnya abai terhadap kondisi politik. Ia menggunakan profesinya untuk mendukung perlawanan rakyat, merawat pejuang yang terluka, dan tetap teguh meskipun ancaman keselamatan mengintai setiap saat.
Tragisnya, pada peristiwa Mandor tahun 1944, dr. Rubini beserta istrinya, Amalia, menjadi korban kebiadaban penjajah Jepang. Mereka dieksekusi di hutan Mandor, bersama ratusan tokoh penting Kalimantan Barat lainnya. Namanya kini diabadikan sebagai Rumah Sakit Umum Daerah dr. Rubini di Mempawah, menjadi pengingat jasa dan pengorbanannya.
Raden Abdul Kadir: Strategis, Berani, dan Tak Kenal Takut
Berbeda dengan dr. Rubini yang bergerak melalui jalur kemanusiaan, Raden Abdul Kadir memilih jalur perlawanan langsung. Ia adalah seorang tokoh penting dari Kesultanan Sambas yang menentang dominasi Belanda di tanah Kalimantan Barat.
Sebagai bangsawan yang memiliki pengaruh luas, Raden Abdul Kadir memimpin gerakan melawan kolonialisme, mengorganisir pasukan, dan menginspirasi rakyat untuk tidak tunduk pada kekuasaan asing. Keberaniannya membuatnya menjadi target utama penjajah.
Meski kemudian ditangkap dan dieksekusi, perjuangan Raden Abdul Kadir tidak pernah padam. Ia dikenang sebagai simbol keberanian dan keteguhan hati melawan ketidakadilan.
Jejak Perjuangan yang Diabadikan
Hingga kini, nama dr. Rubini dan Raden Abdul Kadir tetap hidup di tengah masyarakat Kalimantan Barat. Di berbagai tempat, nama mereka diabadikan menjadi nama jalan, rumah sakit, hingga monumen.
Setiap tahun, peringatan perjuangan mereka digelar sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan yang telah diberikan. Generasi muda Kalbar pun diajak mengenal sejarah ini agar tak lupa pada jejak perjuangan para pendahulu.
Pelajaran untuk Generasi Muda
Kisah dr. Raden Rubini dan Raden Abdul Kadir bukan sekadar catatan sejarah. Ini adalah pengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini dibayar dengan darah, keringat, dan air mata.
- Dari dr. Rubini, kita belajar arti pengabdian tanpa pamrih.
- Dari Raden Abdul Kadir, kita memahami makna perjuangan dan keberanian melawan ketidakadilan.
Di era modern, semangat mereka bisa kita terapkan dalam bentuk lain: bekerja keras membangun daerah, menjaga persatuan, dan mencintai tanah air.
Kesimpulan
dr. Raden Rubini dan Raden Abdul Kadir adalah dua sosok pahlawan yang tidak boleh dilupakan. Mereka adalah bukti bahwa keberanian dan pengorbanan bukanlah kata-kata kosong, tetapi tindakan nyata yang mengubah jalannya sejarah.
Kalimantan Barat, Pontianak, dan Indonesia berutang rasa hormat kepada mereka. Menghidupkan kembali kisah mereka bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga inspirasi agar generasi kini terus menjaga semangat kebangsaan.
Cek juga artikel terbaru dari beritapembangunan.web.id

