IPSI Kapuas Hulu Seleksi 33 Atlet Pencak Silat Menuju Kejurprov, Langkah Awal Menuju Porprov 2026

kalbarnews.web.id Semangat olahraga bela diri kembali menyala di Kabupaten Kapuas Hulu. Pengurus Cabang Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kapuas Hulu resmi memanggil 33 atlet terbaiknya untuk mengikuti seleksi menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang akan digelar di Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan tim kuat yang akan mewakili Kapuas Hulu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Pontianak.

Seleksi yang diikuti oleh tujuh perguruan pencak silat tersebut berlangsung di Gedung MABM Kapuas Hulu. Suasana terlihat semarak sejak pagi. Para pesilat muda dari berbagai perguruan datang dengan semangat juang tinggi, membawa harapan besar untuk bisa lolos mewakili daerahnya.


Langkah Serius IPSI Kapuas Hulu

Ketua IPSI Kapuas Hulu, Fahrurozi, menjelaskan bahwa kegiatan seleksi ini merupakan tahap penting dalam membangun pondasi prestasi jangka panjang. Menurutnya, keikutsertaan para atlet dalam Kejurprov bukan sekadar ajang bertanding, tetapi juga wadah untuk menempa mental, kedisiplinan, dan semangat juang pesilat.

“Hari ini kami melaksanakan seleksi untuk Kejurprov. Ada delapan kelas yang dipertandingkan. Semua perguruan kami beri kesempatan untuk menampilkan kemampuan terbaik atletnya,” ujar Fahrurozi.

Ia menambahkan bahwa seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif, dengan mengedepankan kualitas teknik, ketahanan fisik, dan sportivitas. Para pelatih dari tiap perguruan diminta mendampingi agar proses seleksi berjalan transparan dan adil.


Tujuh Perguruan, Satu Tujuan

Sebanyak tujuh perguruan silat yang ikut serta dalam seleksi ini merupakan bagian penting dari kekuatan IPSI Kapuas Hulu. Masing-masing memiliki gaya dan karakter khas, mulai dari aliran tradisional hingga modern.

Kehadiran berbagai perguruan ini menciptakan suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi persaudaraan. “Kami datang bukan hanya untuk menang, tapi juga mempererat silaturahmi antarperguruan,” kata Rian, salah satu pelatih peserta seleksi.

Menurutnya, semangat kekeluargaan di dunia pencak silat harus dijaga agar tidak hanya melahirkan atlet tangguh, tetapi juga pribadi yang beretika dan berjiwa ksatria. Dengan demikian, olahraga ini tidak hanya menjadi ajang fisik, tetapi juga sarana pembentukan karakter.


Fokus pada Regenerasi Atlet

Fahrurozi menegaskan bahwa IPSI Kapuas Hulu kini tengah fokus melakukan regenerasi atlet. Banyak pesilat muda potensial yang muncul dari berbagai kecamatan di Kapuas Hulu, dan seleksi Kejurprov ini menjadi ajang untuk melihat sejauh mana perkembangan mereka.

“Kami tidak ingin hanya mengejar prestasi jangka pendek. Regenerasi menjadi kunci agar silat di Kapuas Hulu terus hidup dan berkembang. Kita harus menyiapkan generasi baru yang siap membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi,” jelasnya.

Untuk itu, IPSI berencana memperkuat pembinaan di tingkat sekolah dan perguruan. Program latihan terpadu akan digelar secara rutin, melibatkan pelatih bersertifikat nasional, agar para pesilat mendapat bimbingan sesuai standar kompetisi modern.

Selain itu, IPSI Kapuas Hulu juga tengah menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dan KONI setempat agar dukungan terhadap pembinaan olahraga pencak silat semakin optimal.


Tantangan dan Harapan Menuju Porprov

Menatap Porprov 2026 di Pontianak, IPSI Kapuas Hulu menyadari bahwa persaingan akan sangat ketat. Banyak daerah lain di Kalimantan Barat yang memiliki atlet-atlet unggulan. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat para pesilat dari Kapuas Hulu untuk berjuang maksimal.

Menurut Fahrurozi, seleksi Kejurprov menjadi ajang pemanasan sekaligus bahan evaluasi untuk menentukan strategi latihan ke depan. “Kami ingin melihat sejauh mana kemampuan para atlet sekarang. Dari hasil seleksi ini, kami bisa menyusun program latihan lebih terarah menjelang Porprov,” ujarnya.

Sementara itu, para pelatih berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah daerah, baik dalam hal fasilitas latihan maupun pendanaan. Mereka menilai, jika pembinaan dilakukan konsisten, maka atlet-atlet Kapuas Hulu punya peluang besar menorehkan prestasi.

“Potensi anak-anak kita luar biasa. Hanya perlu kesempatan dan fasilitas yang memadai untuk berkembang,” ujar Sahrul, pelatih dari salah satu perguruan silat.


Semangat Sportivitas dan Kebersamaan

Suasana di Gedung MABM selama seleksi berlangsung terasa penuh semangat dan persaudaraan. Para atlet saling menyemangati, pelatih memberi arahan dengan penuh dedikasi, dan para juri menilai dengan cermat. Meski suasana kompetisi terasa ketat, semua pihak menjunjung tinggi nilai sportivitas dan solidaritas.

Bagi sebagian atlet muda, ini adalah pengalaman pertama mereka mengikuti seleksi tingkat kabupaten. Nervous dan tegang sempat terlihat, namun dukungan dari rekan-rekan dan pelatih membantu mereka tampil maksimal.

Seusai pertandingan, para peserta saling bersalaman dan memberi ucapan selamat kepada yang lolos seleksi. Momen itu menjadi bukti bahwa pencak silat bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang menghormati lawan dan menjaga silaturahmi.


Penutup

Seleksi 33 atlet IPSI Kapuas Hulu menuju Kejurprov menjadi langkah awal yang penuh harapan. Bukan hanya untuk mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2026, tetapi juga sebagai upaya memperkuat eksistensi pencak silat di daerah tersebut.

Dengan semangat kebersamaan, dukungan dari pemerintah, dan dedikasi pelatih serta atlet, IPSI Kapuas Hulu optimistis bisa melahirkan pesilat-pesilat handal yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa olahraga pencak silat masih menjadi warisan budaya bangsa yang hidup di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai simbol persatuan, disiplin, dan kehormatan.

Cek Juga Artikel Dari Platform baliutama.web.id

You may also like...