Kalimantan Barat Punya Potensi Besar Dukung Hilirisasi Minerba Nasional

kalbarnews.web.id Kalimantan Barat kini menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian besar dalam program hilirisasi mineral dan batubara (minerba). Wilayah ini menyimpan potensi tambang besar yang mampu memperkuat ekonomi nasional jika dikelola dengan baik.

Menurut Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satya Hangga Yudha Widya Putra, Kalimantan Barat memiliki kekayaan alam strategis seperti bauksit, batu bara, dan emas. Komoditas ini dapat menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan industri pengolahan dalam negeri.

Hangga menilai, hilirisasi bukan hanya soal menambah nilai jual bahan mentah, tapi juga soal menciptakan ekosistem industri baru di daerah. “Dengan pengolahan di dalam negeri, nilai tambah bisa meningkat, tenaga kerja terserap, dan perekonomian lokal tumbuh,” jelasnya.


Potensi Sumber Daya yang Melimpah

Kalimantan Barat selama ini dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan sumber daya mineral yang luar biasa. Daerah seperti Ketapang, Mempawah, dan Bengkayang menyimpan cadangan bauksit yang sangat besar. Potensi emas tersebar di berbagai kabupaten, sementara batu bara menjadi sumber energi penting di wilayah pesisir.

Hangga menjelaskan, jika potensi ini dimanfaatkan secara optimal, Kalimantan Barat bisa menjadi pusat industri pengolahan mineral di kawasan barat Indonesia. Ia menambahkan bahwa bauksit dan batu bara memiliki peran penting dalam rantai pasok energi dan bahan baku industri nasional.

Pemerintah menargetkan agar pengolahan bauksit tidak lagi dilakukan di luar negeri. Dengan membangun smelter di dalam negeri, Kalbar dapat menjadi pemain utama dalam rantai pasok alumina nasional.


Pembangunan Industri Pengolahan dan Infrastruktur

Langkah hilirisasi tidak bisa dipisahkan dari pembangunan infrastruktur industri. Pemerintah berupaya memperkuat jaringan listrik, pelabuhan, dan jalur logistik agar kegiatan pengolahan mineral bisa berjalan lancar.

Menurut Hangga, ketersediaan infrastruktur menjadi faktor penting. Tanpa dukungan listrik stabil dan akses transportasi yang memadai, investasi industri pengolahan akan sulit tumbuh. Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, dan swasta untuk mempercepat pembangunan.

Selain itu, potensi energi baru dan terbarukan (EBT) juga mulai dilirik sebagai sumber daya penunjang industri. Kalimantan Barat memiliki potensi tenaga air dan biomassa yang dapat digunakan untuk menyuplai energi bersih ke kawasan industri pengolahan minerba.


Dampak Ekonomi bagi Daerah

Hilirisasi di Kalimantan Barat diharapkan membawa dampak langsung bagi masyarakat. Dengan berdirinya industri pengolahan, lapangan kerja baru akan tercipta. Pendapatan masyarakat meningkat, dan roda ekonomi daerah bergerak lebih cepat.

Hangga menegaskan, hilirisasi bukan hanya proyek nasional, tapi juga alat pemerataan ekonomi daerah. “Ketika industri tumbuh di daerah, masyarakat sekitar harus ikut merasakan manfaatnya. Ini bentuk keadilan pembangunan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Selain peningkatan ekonomi, hilirisasi juga memperkuat kapasitas teknologi dan sumber daya manusia. Universitas dan lembaga riset di Kalbar diharapkan dapat menjadi mitra dalam penelitian, pelatihan tenaga kerja, dan inovasi industri.


Isu Energi dan Distribusi Sumber Daya

Pertemuan antara Tenaga Ahli Kementerian ESDM dan Anggota DPD RI Perwakilan Kalimantan Barat, Daud Yordan, juga membahas tantangan energi di wilayah tersebut. Distribusi LPG dan BBM masih belum merata, terutama di daerah pedalaman dan perbatasan.

Hangga menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki rantai pasok energi di daerah. “Kita ingin semua wilayah di Kalbar memiliki akses energi yang sama. Ini penting agar masyarakat dan industri bisa berkembang bersama,” katanya.

Selain distribusi, pemerintah juga berfokus pada efisiensi energi dan pengurangan emisi. Program konversi energi fosil ke energi ramah lingkungan mulai diperkenalkan di kawasan industri baru, termasuk yang berkaitan dengan minerba.


Kolaborasi Pemerintah dan Daerah

Keberhasilan hilirisasi di Kalimantan Barat sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. Pemerintah pusat menyiapkan kebijakan dan regulasi, sementara pemerintah daerah bertugas memfasilitasi investasi serta menyiapkan tenaga kerja lokal.

Daud Yordan menyatakan dukungannya terhadap upaya ini. Ia berharap sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat mempercepat realisasi proyek hilirisasi. “Kalimantan Barat memiliki modal alam dan manusia yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan tepat,” ujarnya.

Kementerian ESDM juga terus berkoordinasi dengan kementerian lain, seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Investasi, untuk memastikan program hilirisasi berjalan sesuai rencana.


Hilirisasi sebagai Strategi Jangka Panjang

Hilirisasi minerba bukan program sesaat. Pemerintah menargetkan strategi jangka panjang agar industri pengolahan dalam negeri terus tumbuh. Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau jadi, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan pendapatan negara.

Kalimantan Barat memiliki semua syarat untuk menjadi bagian penting dari strategi ini: sumber daya alam melimpah, posisi geografis strategis, dan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kalbar punya potensi besar untuk menjadi contoh sukses hilirisasi nasional,” ujar Hangga. Ia optimis, jika seluruh pihak berkolaborasi, provinsi ini bisa menjadi poros baru industri minerba Indonesia.


Menuju Ekonomi Daerah yang Tangguh

Hilirisasi di Kalimantan Barat bukan hanya tentang pembangunan industri, tetapi juga tentang transformasi ekonomi daerah. Program ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan sektor lain seperti transportasi, jasa, dan perdagangan.

Jika dikelola dengan baik, Kalbar dapat menjadi model pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan. Melalui hilirisasi, nilai sumber daya tidak lagi berhenti di tambang, melainkan mengalir hingga ke masyarakat.

Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan sinergi lintas sektor, Kalimantan Barat berpeluang besar menjadi contoh nyata bagaimana daerah mampu naik kelas melalui inovasi dan hilirisasi.

Cek Juga Artikel Dari Platform dailyinfo.blog

You may also like...