Lampion Raksasa Meriahkan Imlek di Kubu Raya Kalbar
kalbarnews.web.id Perayaan Tahun Baru Imlek di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berlangsung meriah dengan hadirnya dua lampion raksasa yang berdiri mencolok di halaman Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie. Lampion berukuran besar ini langsung menarik perhatian warga yang datang untuk beribadah maupun sekadar menikmati suasana perayaan.
Keberadaan lampion raksasa bukan hanya memperindah dekorasi vihara, tetapi juga memberikan kesan megah dan hangat. Cahaya lampion yang menyala menjadi simbol kuat dalam tradisi Imlek, menciptakan suasana penuh harapan serta kebersamaan di tengah masyarakat.
Bagi banyak orang, Imlek bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga momentum untuk memulai langkah baru dengan energi positif.
Ukuran Besar dengan Makna Simbolik yang Dalam
Lampion raksasa yang dipasang di vihara ini memiliki ukuran yang tidak biasa. Diameternya mencapai sekitar 7,6 meter dengan tinggi sekitar 4,6 meter. Dengan dimensi sebesar itu, lampion terlihat menjulang dan menjadi ikon utama dalam perayaan Imlek di kawasan Sungai Kakap.
Lampion dalam budaya Tionghoa dikenal sebagai simbol penerang jalan kehidupan. Cahaya yang dipancarkan dipercaya membawa keberuntungan, kebahagiaan, serta menuntun manusia menuju masa depan yang lebih baik.
Ukuran lampion yang besar juga mencerminkan besarnya doa dan harapan masyarakat agar tahun baru membawa rezeki, kesehatan, dan kedamaian bagi semua.
Dirakit Gotong Royong oleh Pengurus Vihara
Yang membuat lampion ini semakin istimewa adalah proses pembuatannya yang dilakukan secara mandiri oleh para pengurus vihara. Rangka lampion dibuat dari bambu dan rotan, bahan tradisional yang kuat namun tetap fleksibel untuk dibentuk.
Proses perakitan berlangsung selama dua pekan. Para pengurus mengerjakannya dengan penuh kesabaran, pelan-pelan, dan teliti agar hasilnya sempurna. Semangat gotong royong sangat terasa dalam pembuatan lampion ini.
Tidak hanya menjadi dekorasi, lampion tersebut juga menjadi bukti kebersamaan komunitas vihara dalam menyambut perayaan besar dengan karya yang dibuat dari tangan sendiri.
Imlek sebagai Tradisi Kebersamaan dan Harapan Baru
Perayaan Imlek selalu identik dengan suasana penuh warna, doa, dan kebersamaan keluarga. Lampion menjadi salah satu elemen penting karena melambangkan cahaya yang mengusir kegelapan dan membuka jalan baru.
Di Kubu Raya, lampion raksasa ini menjadi simbol bahwa Imlek tidak hanya dirayakan oleh komunitas tertentu, tetapi juga menjadi bagian dari keberagaman budaya di Kalimantan Barat.
Masyarakat sekitar ikut merasakan atmosfer perayaan yang hangat. Banyak warga datang untuk melihat langsung lampion tersebut, mengabadikan momen, dan menikmati keindahan dekorasi vihara.
Daya Tarik Budaya dan Wisata Lokal
Lampion raksasa ini juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik budaya dan wisata lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, perayaan Imlek sering menjadi momen yang menarik perhatian masyarakat luas, tidak hanya untuk beribadah tetapi juga untuk mengenal tradisi dan budaya Tionghoa lebih dekat.
Dekorasi besar seperti lampion raksasa memberikan pengalaman visual yang unik. Hal ini bisa menjadi peluang untuk memperkuat sektor wisata budaya di Kubu Raya.
Dengan adanya perayaan yang meriah dan terbuka, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat saling mengenal dan mempererat toleransi.
Makna Lampion dalam Kehidupan Masyarakat
Lampion bukan sekadar hiasan. Dalam filosofi budaya Tionghoa, lampion melambangkan cahaya, kebijaksanaan, serta harapan. Penerangan yang dihasilkan menjadi simbol bahwa setiap orang memiliki jalan kehidupan yang harus diterangi oleh niat baik dan doa.
Lampion raksasa di vihara ini seakan menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, selalu ada cahaya yang menuntun, bahkan di tengah tantangan.
Masyarakat yang hadir pun merasakan makna spiritual dari lampion tersebut, menjadikannya lebih dari sekadar dekorasi perayaan.
Kesimpulan: Cahaya Imlek yang Menguatkan Kebersamaan
Dua lampion raksasa yang berdiri di halaman Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie, Sungai Kakap, Kubu Raya, menjadi simbol kemeriahan sekaligus harapan dalam perayaan Imlek.
Dengan ukuran besar dan proses pembuatan gotong royong, lampion ini bukan hanya mempercantik suasana, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, tradisi, dan semangat menerangi jalan kehidupan.
Perayaan Imlek di Kalimantan Barat pun kembali menunjukkan bahwa budaya adalah jembatan yang mempererat masyarakat dalam harmoni dan toleransi.

Cek Juga Artikel Dari Platform london-bridges.info
