Pemprov Kalbar Luncurkan Program Internet Gratis untuk Sekolah
kalbarnews.web.id Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengumumkan peluncuran Program Internet Gratis bagi Sekolah sebagai langkah strategis memperkuat literasi digital dan pemerataan akses teknologi pendidikan di seluruh wilayah Kalbar. Program ini terlaksana melalui kerja sama Pemprov Kalbar dengan PT Solusi Sinergi Digital dan PT Huawei Indonesia, yang menghadirkan layanan internet dan perangkat pendukung pembelajaran digital di sekolah-sekolah.
Akses Teknologi untuk Pendidikan Modern
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menjelaskan bahwa program internet gratis ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi. Kehadiran internet di sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas sumber ilmu, serta menumbuhkan kemampuan digital pelajar sebagai bagian dari kompetensi abad 21.
Pada tahap awal, layanan internet telah dipasang di sembilan sekolah, yang terdiri dari empat sekolah di wilayah Pontianak, empat sekolah di Kabupaten Mempawah, dan satu sekolah di Kabupaten Bengkayang. Pemprov menargetkan perluasan bertahap hingga seluruh SMA dan selanjutnya menjangkau tingkat pendidikan yang lebih rendah.
“Kita mulai dulu dari sembilan sekolah sebagai pilot. Yang penting berjalan dulu. Setelah itu, akan diperluas secara bertahap,” terang Gubernur dalam kegiatan peluncuran.
Smartboard dan Pembelajaran Interaktif
Selain menyediakan akses internet gratis, program ini juga memperkenalkan smartboard atau papan belajar digital sebagai media pembelajaran interaktif di kelas. Smartboard memungkinkan guru dan siswa melakukan proses belajar yang lebih dinamis dengan memanfaatkan akses materi dari internet, multimedia edukasi, dan sistem presentasi yang lebih modern.
Dengan kehadiran perangkat ini, guru tidak hanya mengajar melalui metode ceramah, tetapi dapat menggunakan video, animasi, simulasi, serta diskusi visual interaktif yang membuat proses belajar lebih menarik. Hal ini menjadi langkah awal dalam mendorong sekolah-sekolah di Kalbar memasuki era digital classroom.
Internet Murah untuk Rumah Tangga dan Wilayah Blank Spot
Program ini tidak berhenti pada penyediaan internet untuk sekolah. Pemprov Kalbar bersama pihak swasta juga merancang penyediaan internet murah untuk rumah tangga, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah.
Selain itu, fokus penting lainnya adalah menghadapi persoalan wilayah blank spot, yaitu daerah yang tidak memiliki akses jaringan telekomunikasi yang memadai. Banyak wilayah pedalaman dan perbatasan di Kalbar masih bergantung pada infrastruktur telekomunikasi yang terbatas sehingga akses informasi dan pendidikan digital belum merata.
“Daerah blank spot juga akan kita pasang secara bertahap. Kita mulai dari SMA dulu, lalu menyusul SMP dan sekolah lainnya,” ujar Gubernur.
Dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota Menjadi Kunci
Untuk memperluas keberhasilan program, peran pemerintah kabupaten/kota sangat diperlukan. Koordinasi lintas sektor, penyediaan infrastruktur pendukung, serta pengawasan di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pemprov mengajak semua pemangku kepentingan mulai dari kepala daerah, dinas pendidikan, lembaga pendidikan, serta masyarakat untuk berkolaborasi dan menjaga keberlanjutan program.
“Tidak mungkin pemerintah provinsi bekerja sendiri. Sinergi adalah kunci,” tegas Gubernur.
Kalbar Menjadi Pilot Project Nasional
Pemegang saham PT Solusi Sinergi Digital, Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad, menyampaikan bahwa Kalimantan Barat terpilih sebagai provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan model internet gratis untuk sekolah melalui kerja sama swasta penuh tanpa menggunakan dana APBD.
Menurut Fadel, kolaborasi ini adalah terobosan di bidang pembangunan digital. Ia mengatakan bahwa keberanian pemerintah daerah untuk mengusulkan dan menerima inovasi menjadi faktor utama yang membuat Kalbar dipilih sebagai percontohan nasional.
“Kalbar menjadi pelopor. Ini bisa menjadi model yang direplikasi ke provinsi lain,” ujarnya.
Target jangka panjang program ini adalah mencakup 740 sekolah tingkat SMA di seluruh Kalbar. Setelah itu, jangkauan akan diperluas ke jenjang SMP, sekolah swasta, hingga area publik seperti taman kota, terminal, dan ruang terbuka umum.
Internet sebagai Hak Akses Pendidikan
Peluncuran program ini menegaskan bahwa akses digital bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, tetapi telah menjadi kebutuhan mendasar, terutama di era pembelajaran modern. Internet membuka pintu pengetahuan global, mempercepat pertukaran informasi, dan memperluas kesempatan belajar bagi pelajar di daerah.
Dengan hadirnya internet gratis di sekolah, peluang bagi pelajar di pedalaman untuk bersaing dengan pelajar di kota-kota besar semakin terbuka.
Penutup
Program ini menjadi langkah konkret Pemprov Kalbar dalam memperkuat pondasi pendidikan berkeadilan, modern, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pemerataan akses digital merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kalimantan Barat.

Cek Juga Artikel Dari Platform infowarkop.web.id
