Ria Norsan Ajak Umat Perbanyak Ibadah Ramadan

kalbarnews.web.id Momentum Ramadan dimanfaatkan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, untuk mengajak masyarakat memperkuat ibadah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial. Dalam kegiatan salat tarawih berjamaah bersama keluarga di Masjid Azzakirin, Pontianak, ia menyampaikan kuliah tujuh menit yang menekankan pentingnya meningkatkan kualitas keimanan dan memperbanyak amal saleh.

Di hadapan jamaah, Ria Norsan mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan dan keberkahan. Ia mengajak umat Muslim mengisi hari-hari puasa dengan kegiatan ibadah yang lebih optimal, mulai dari berpuasa dengan penuh kesungguhan, melaksanakan salat malam, hingga memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Mengisi Ramadan dengan Amal Terbaik

Menurut Ria Norsan, Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan memperbaiki diri. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bulan suci ini dengan memperbanyak infaq dan sedekah sebagai wujud syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT.

Ia menegaskan bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan mendatangkan pahala berlipat. Bahkan, kebahagiaan yang lahir dari hati yang bersih juga menjadi cerminan iman yang kuat. Puasa di siang hari dan tahajud di malam hari, katanya, adalah kombinasi ibadah yang dapat meningkatkan ketakwaan.

Ramadan, lanjutnya, juga menjadi momen introspeksi diri. Ia mengingatkan pentingnya membersihkan hati dari iri, dengki, dan prasangka buruk agar ibadah yang dijalankan benar-benar membawa dampak spiritual yang mendalam.

Menjaga Ukhuwah dan Silaturahmi

Dalam tausiyahnya, Ria Norsan turut menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah. Ia mengajak umat Muslim di Kalimantan Barat untuk mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan antar sesama.

Menurutnya, persaudaraan yang kuat menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang damai dan rukun. Ia berharap Kalimantan Barat dapat menjadi contoh dalam membangun suasana kebersamaan yang harmonis, khususnya di bulan Ramadan yang identik dengan semangat berbagi.

Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan tetangga, menurutnya, merupakan bagian dari ibadah sosial yang tidak kalah penting dibanding ibadah ritual. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.

Pesan Moral dan Empat Golongan

Dalam kultumnya, Gubernur juga mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan ampunan bagi umat Rasulullah SAW. Namun, ia menyebutkan ada golongan yang berisiko tidak mendapatkan ampunan jika tidak segera memperbaiki diri, yakni mereka yang durhaka kepada orang tua, memutus tali silaturahmi, gemar mengonsumsi minuman beralkohol, dan menyimpan rasa iri serta dengki.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera meminta maaf kepada orang tua jika masih memiliki kesalahan. Membersihkan batin sebelum dan selama Ramadan menjadi langkah penting agar ibadah yang dijalankan lebih bermakna.

Pesan tersebut disampaikan dengan harapan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.

Berbagi sebagai Wujud Kepedulian

Di akhir tausiyahnya, Ria Norsan mengajak umat Muslim untuk tidak melupakan saudara-saudara yang membutuhkan. Ia menekankan bahwa berbagi rezeki melalui sedekah dan infaq menjadi salah satu cara nyata mengamalkan nilai Ramadan.

Menurutnya, kepedulian sosial harus terus ditumbuhkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang bagi sebagian masyarakat. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas dan membantu mereka yang kurang mampu.

Dengan berbagi, bukan hanya penerima yang merasakan manfaat, tetapi juga pemberi yang mendapatkan ketenangan batin. Nilai kebersamaan dan empati inilah yang menjadi ruh Ramadan.

Harapan untuk Kalimantan Barat

Ria Norsan berharap Ramadan dapat menjadi titik awal perubahan positif bagi masyarakat Kalimantan Barat. Ia menginginkan agar semangat berbagi dan menjaga silaturahmi tidak berhenti setelah bulan suci berakhir.

Sebagai pemimpin daerah, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual.

Dengan memperbanyak ibadah, menjaga ukhuwah, serta menumbuhkan kepedulian sosial, ia optimistis Kalimantan Barat dapat terus menjadi daerah yang harmonis dan damai. Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarbandung.web.id

You may also like...