Wagub Kalbar Gaungkan Syukur dan Toleransi, Natal Jadi Momentum Perkuat Persatuan

kalbarnews.web.id Perayaan Natal di Kalimantan Barat dimaknai lebih dari sekadar peringatan keagamaan. Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya syukur, kedamaian, dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Nilai-nilai tersebut kembali ditegaskan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, saat menggelar open house Natal di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kalbar di Pontianak.

Kegiatan open house ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Masyarakat dari berbagai latar belakang hadir untuk bersilaturahmi, mencerminkan wajah Kalimantan Barat yang plural dan terbuka. Kehadiran tamu lintas agama dan lintas budaya menjadi simbol kuat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara harmonis.

Pesan Syukur dalam Perayaan Natal

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus Kurniawan menekankan bahwa Natal merupakan momentum penting untuk menghayati makna kelahiran Yesus Kristus atau Isa Al-Masih yang sarat dengan pesan kedamaian, kesederhanaan, dan rasa syukur. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya merayakan Natal secara seremonial, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai spiritualnya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, rasa syukur adalah fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang sehat. Dengan bersyukur, manusia diajak untuk melihat keberkahan di balik perbedaan dan tantangan. Sikap ini dinilai mampu meredam potensi konflik serta menumbuhkan empati dan kepedulian antarsesama.

Komitmen Menjaga Prinsip Hidup

Krisantus menegaskan bahwa prinsip hidup yang ia pegang tidak berubah, baik sebelum maupun setelah menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat. Ia menilai jabatan hanyalah amanah, sementara nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan harus tetap menjadi pegangan utama dalam bersikap dan bertindak.

Ia juga menyampaikan bahwa keberagaman di Kalimantan Barat bukan sesuatu yang perlu dipertentangkan. Sebaliknya, keberagaman merupakan potensi besar yang jika dikelola dengan baik dapat menjadi kekuatan dalam membangun daerah. Dengan latar belakang budaya, suku, dan agama yang beragam, Kalbar memiliki modal sosial yang kuat untuk tumbuh menjadi provinsi yang maju dan sejahtera.

Toleransi sebagai Pilar Kehidupan Sosial

Dalam masyarakat multikultural seperti Kalimantan Barat, toleransi memegang peran yang sangat krusial. Krisantus menekankan pentingnya merawat semangat toleransi agar tidak muncul konflik, sekecil apa pun, yang dapat merusak keharmonisan sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga ruang kebersamaan.

Menurutnya, toleransi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga tentang kesediaan untuk memahami dan bekerja sama demi kepentingan bersama. Dalam konteks ini, perayaan Natal menjadi contoh nyata bagaimana nilai toleransi dapat diwujudkan melalui perjumpaan sosial yang inklusif dan penuh rasa saling menghargai.

Kalimantan Barat sebagai Rumah Bersama

Kalimantan Barat dikenal sebagai provinsi dengan keragaman etnis dan agama yang tinggi. Sejarah panjang daerah ini menunjukkan bahwa keharmonisan dapat terjaga ketika dialog dan sikap saling menghormati dijadikan dasar dalam kehidupan bermasyarakat. Krisantus berharap Kalbar terus menjadi rumah bersama yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan stabilitas sosial tetap terjaga. Namun, upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat luas menjadi kunci dalam menjaga kedamaian.

Mencegah Konflik Sejak Dini

Salah satu pesan penting yang disampaikan Wakil Gubernur adalah harapannya agar tidak ada percikan konflik yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat. Konflik sosial, sekecil apa pun, jika tidak dikelola dengan baik dapat berkembang menjadi masalah besar yang merugikan banyak pihak.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan. Dengan komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghargai, potensi konflik dapat dicegah sejak dini. Natal, dalam konteks ini, menjadi pengingat bahwa kedamaian harus terus diperjuangkan secara kolektif.

Peran Perayaan Keagamaan dalam Memperkuat Persatuan

Perayaan keagamaan seperti Natal memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan. Selain sebagai ibadah, perayaan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Open house yang digelar oleh Wakil Gubernur Kalbar menjadi contoh bagaimana perayaan keagamaan dapat menjadi ruang inklusif bagi semua kalangan.

Momen kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat berjalan seiring dengan semangat kebangsaan. Ketika perayaan diisi dengan pesan damai dan toleransi, maka dampaknya akan terasa lebih luas bagi kehidupan sosial masyarakat.

Harapan untuk Kalimantan Barat yang Damai dan Sejahtera

Di akhir pesannya, Krisantus menyampaikan harapan agar Kalimantan Barat terus menjadi provinsi yang aman, damai, dan sejahtera. Ia menilai stabilitas sosial adalah prasyarat utama bagi pembangunan yang berkelanjutan. Tanpa kedamaian, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan sulit tercapai.

Pesan syukur dan toleransi yang disampaikan dalam perayaan Natal ini diharapkan tidak berhenti pada momentum tertentu saja. Nilai-nilai tersebut perlu terus dihidupkan dalam keseharian, sehingga Kalimantan Barat dapat menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dirawat sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Cek Juga Artikel Dari Platform updatecepat.web.id

You may also like...