Bupati Bengkayang Pesan Jamaah Haji Jaga Nama Baik

Pesan Khusus untuk Jamaah Haji Bengkayang

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, memberikan pesan penting kepada para jamaah calon haji asal Kabupaten Bengkayang agar menjaga nama baik daerah sekaligus bangsa Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Menurutnya, perjalanan haji bukan hanya soal ibadah spiritual, tetapi juga membawa identitas daerah dan negara di tengah jutaan umat Muslim dari berbagai belahan dunia.

Jaga Sikap dan Tunjukkan Akhlak Baik

Dalam pelepasan jamaah di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang, Bupati menegaskan pentingnya menjaga perilaku, mematuhi aturan, serta menunjukkan akhlak yang baik selama berada di Arab Saudi.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa jamaah juga berperan sebagai representasi masyarakat Bengkayang dan Indonesia di kancah internasional.

Persiapan Fisik dan Mental Sangat Penting

Ibadah haji dikenal sebagai perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat.

Bupati mengingatkan para jamaah untuk menjaga kesehatan mengingat cuaca di Tanah Suci dan padatnya rangkaian ibadah dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jamaah lanjut usia.

Kekompakan Jadi Kunci Kelancaran

Selain kesehatan, kebersamaan antarjamaah juga ditekankan sebagai faktor penting.

Saling membantu, menjaga solidaritas, dan membangun kekompakan selama perjalanan diyakini dapat mempermudah pelaksanaan ibadah sekaligus memberi rasa aman bagi seluruh rombongan.

Dukungan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Bengkayang menyatakan komitmennya untuk mendukung proses keberangkatan hingga kepulangan jamaah sesuai ketentuan.

Petugas haji dan tenaga medis juga diminta menjalankan tugas secara maksimal demi memastikan seluruh jamaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Komposisi Jamaah Haji Bengkayang 2026

Tahun ini, Bengkayang memberangkatkan 10 jamaah haji yang terdiri dari delapan jamaah reguler, satu prioritas lansia, dan satu pendamping.

Seluruh peserta telah mengikuti manasik haji, pemeriksaan kesehatan, serta vaksinasi sebagai syarat utama keberangkatan.

Tema Haji Inklusif dan Berkeadilan

Pelaksanaan haji tahun ini mengusung tema ramah lansia, disabilitas, dan perempuan.

Tema tersebut menegaskan pentingnya pelayanan yang lebih inklusif agar seluruh jamaah, termasuk kelompok rentan, dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.

Harapan Pulang Menjadi Haji Mabrur

Dengan persiapan yang matang, dukungan pemerintah, serta semangat kebersamaan, para jamaah diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.

Doa terbesar tentu agar seluruh jamaah kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan memperoleh predikat haji yang mabrur.

Baca Juga : Karantina Kalbar Musnahkan Komoditas Ilegal dari Malaysia

Cek Juga Artikel Dari Platform : pontianaknews

You may also like...