Ribuan Warga Meriahkan Jepin Massal, Pontianak Rayakan Hari Jadi ke-254 dengan Sukacita
kalbarnews.web.id Ribuan warga memadati kawasan depan Taman Alun Kapuas di Jalan Rahadi Usman sejak pagi hari. Dengan mengenakan telok belanga dan baju kurung, peserta berkumpul untuk mengikuti Jepin Massal dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pontianak ke-254. Lapangan yang luas berubah menjadi lautan manusia yang bergerak serempak mengikuti irama musik Jepin yang ceria dan ritmis.
Kegiatan Jepin Massal ini bukan sekadar hiburan. Banyak warga datang karena menganggap momen tersebut sebagai bagian dari identitas budaya Pontianak yang harus terus dirawat. Selain itu, tarian bersama dalam jumlah besar menciptakan suasana kebersamaan yang hangat, penuh rasa persaudaraan tanpa memandang usia, pekerjaan, atau latar belakang sosial.
Menurut panitia penyelenggara, jumlah peserta mencapai lebih dari lima ribu orang. Mereka terdiri dari pelajar, komunitas seni, pegawai, warga umum, hingga lansia yang masih lincah bergerak mengikuti alunan lagu. Atmosfer yang tercipta sangat meriah, seolah menunjukkan bahwa budaya Melayu di Pontianak tidak hanya dijaga, tetapi juga terus hidup dalam keseharian masyarakatnya.
Wali Kota Pontianak: Perayaan Harus Jadi Momentum Kreativitas
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa pemerintah kota sedang menyiapkan konsep perayaan yang lebih kreatif, segar, dan kolaboratif untuk tahun-tahun selanjutnya. Ia menilai bahwa perayaan Hari Jadi tidak hanya bertujuan menampilkan budaya, tetapi juga mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat.
“Kemeriahan ini mencerminkan karakter masyarakat Pontianak yang guyub, terbuka pada perkembangan zaman, namun tetap memegang erat nilai budaya Melayu,” ujarnya saat menghadiri kegiatan tersebut bersama Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie.
Menurut Edi, setiap kegiatan dalam perayaan hari jadi harus memiliki nilai tambah. Bukan hanya hiburan, melainkan juga ruang edukasi dan dukungan ekonomi. Ia mencontohkan Pontianak Expo International Exhibition, yang memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pengunjung lokal maupun wisatawan.
“Pemerintah kota akan terus memberikan ruang bagi pelaku kreatif dan UMKM untuk berkembang. Kegiatan seperti ini penting sebagai sarana promosi sekaligus wadah munculnya gagasan-gagasan baru,” tambahnya.
Pemerintah Dorong OPD Hadirkan Inovasi
Dalam rangka memperkuat identitas kota, Edi menekankan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terlibat lebih aktif dalam perayaan hari jadi ke depan. Setiap OPD diharapkan dapat menghadirkan konsep kegiatan yang inovatif, baik dalam bentuk seni, pelayanan publik, maupun kolaborasi dengan masyarakat dan komunitas lokal.
Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa kemajuan kota bukan hanya ditopang oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan budaya, kreativitas, dan soliditas warga.
“Semangat hari jadi harus menjadi pengingat agar kita semua terus bekerja membangun Pontianak yang maju, hijau, dan harmonis. Mari kita jadikan Pontianak semakin layak huni dan membanggakan,” tutupnya.
Rangkaian Kegiatan Semarakkan Seluruh Sudut Kota
Perayaan Hari Jadi Kota Pontianak ke-254 tidak hanya berlangsung dalam satu titik acara. Kemeriahan tersebar di berbagai lokasi dan komunitas.
Beberapa kegiatan unggulan yang menarik perhatian masyarakat antara lain:
- Pontianak Expo International Exhibition di Pontianak Convention Center
- Festival Melayu Khatulistiwa di Taman Alun Kapuas
- Pontianak Creative Festival di Jalan Diponegoro
- Karnaval Khatulistiwa di sepanjang Jalan Ahmad Yani
- Kegiatan seni, pasar kreativitas, dan pertunjukan musik yang diselenggarakan langsung oleh masyarakat
Setiap kegiatan menghadirkan nuansa kebudayaan yang khas, mulai dari kuliner tradisional, pertunjukan tari, hingga gelaran seni instalasi dan ekonomi kreatif.
Wakil Wali Kota Lepas Karnaval Khatulistiwa
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, juga turut terlibat dalam rangkaian kegiatan. Ia melepaskan peserta Karnaval Khatulistiwa yang bergerak dari Arboretum Sylva Universitas Tanjungpura menuju halaman Gedung PMI Pontianak.
Dalam kesempatan itu, Bahasan mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama rangkaian acara berlangsung. Ia dan sang istri bahkan ikut berjalan di barisan depan untuk menunjukkan dukungan langsung kepada warga yang turut berpartisipasi.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi simbol kuatnya rasa kebersamaan antarwarga Pontianak. Semangat tersebut diharapkan tidak hanya muncul saat perayaan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Penutup: Budaya sebagai Pondasi Identitas Kota
Momentum perayaan Hari Jadi Kota Pontianak ke-254 menjadi bukti bahwa budaya Melayu terus hidup dan berkembang melalui kebersamaan warga. Jepin Massal dan rangkaian acara lainnya memperlihatkan bahwa masyarakat Pontianak bangga dengan warisan budaya sekaligus siap melangkah maju dalam era modern.
Identitas budaya tidak memudar. Justru semakin mengakar, menguat, dan menjadi ruh kebersamaan kota ini.

Cek Juga Artikel Dari Platform infowarkop.web.id
