Wali Kota Pontianak Dorong Peran Komunitas Bangun Kota
kalbarnews.web.id Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan komunitas sebagai bagian penting dari pembangunan kota. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menilai keberadaan komunitas tidak hanya berfungsi sebagai wadah persaudaraan dan silaturahmi, tetapi juga mampu berkontribusi nyata melalui aksi sosial, kemanusiaan, serta edukasi kepada masyarakat.
Menurut Edi, komunitas memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif warga. Melalui aktivitas yang mereka lakukan, pesan-pesan positif dapat tersampaikan dengan cara yang lebih dekat dan membumi. Inilah yang membuat pemerintah kota melihat komunitas sebagai mitra, bukan sekadar kelompok hobi.
Dukungan Nyata Lewat Kehadiran Langsung
Bentuk dukungan tersebut ditunjukkan dengan kehadiran langsung Wali Kota dalam agenda Motor-Motoran 1% Peduli Bencana Brotherhood for Rescue and Disaster yang digagas oleh Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia West Borneo Chapter. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas motor yang aktif di Pontianak.
Acara tersebut dilepas langsung dari halaman Museum Kalimantan Barat, menandakan bahwa ruang publik dan simbol budaya kota turut menjadi bagian dari gerakan sosial komunitas. Kehadiran pemimpin daerah di tengah komunitas memberi pesan kuat bahwa aktivitas positif warga mendapat ruang dan apresiasi.
Komunitas sebagai Mitra Pembangunan Kota
Edi menegaskan bahwa komunitas memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menyosialisasikan kebijakan publik. Melalui jaringan dan kedekatan mereka dengan masyarakat, pesan tentang tertib berlalu lintas, kepedulian lingkungan, dan solidaritas sosial dapat tersampaikan secara efektif.
Ia menyebut bahwa aktivitas komunitas sejalan dengan visi Pontianak sebagai kota yang maju, sejahtera, berwawasan lingkungan, dan humanis. Kolaborasi seperti ini dinilai mampu mempercepat pencapaian tujuan pembangunan tanpa harus selalu bergantung pada pendekatan formal birokrasi.
Aksi Kemanusiaan Jadi Inti Kegiatan
Agenda motor-motoran tersebut tidak semata berkutat pada identitas sebagai pengendara motor. Lebih dari itu, kegiatan ini mengusung misi kemanusiaan melalui penggalangan donasi untuk korban bencana di wilayah Sumatera. Aksi ini menunjukkan bahwa solidaritas lintas daerah dapat dibangun melalui komunitas.
Sekitar 80 komunitas motor ikut ambil bagian, memperlihatkan bahwa semangat kepedulian mampu menyatukan berbagai kelompok dengan latar belakang berbeda. Pesan yang dibawa pun tidak hanya soal donasi, tetapi juga pentingnya keselamatan dan ketertiban di jalan raya.
Edukasi Tertib Lalu Lintas di Ruang Publik
Selain berdonasi, para bikers juga menyampaikan pesan tentang tertib berlalu lintas. Edukasi ini penting mengingat tingginya mobilitas kendaraan di kota. Dengan pendekatan komunitas, pesan keselamatan jalan disampaikan secara persuasif dan mudah diterima, khususnya oleh sesama pengguna motor.
Wali Kota Pontianak menilai pendekatan ini efektif karena tidak menggurui. Keteladanan yang ditunjukkan oleh komunitas justru menjadi contoh nyata bahwa berkendara aman bisa berjalan seiring dengan kegiatan sosial.
Partisipasi Luas Komunitas Motor
Perwakilan Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia West Borneo Chapter, Edo, menjelaskan bahwa agenda motor-motoran memang rutin dilakukan sebagai kegiatan awal tahun. Namun, kegiatan tersebut hampir selalu digandeng dengan program sosial yang menjadi ciri khas komunitas mereka.
Sekitar 150 motor meramaikan kegiatan ini, menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai komunitas motor di Pontianak. Partisipasi luas ini menjadi bukti bahwa komunitas tidak bersifat eksklusif, melainkan terbuka dan siap berkolaborasi untuk tujuan yang lebih besar.
Membangun Budaya Gotong Royong Modern
Kegiatan komunitas seperti ini mencerminkan bentuk gotong royong modern. Nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia diterjemahkan dalam konteks perkotaan melalui aksi nyata. Komunitas menjadi jembatan antara individu dan kepentingan bersama.
Pemerintah kota melihat bahwa ketika komunitas diberi ruang untuk tumbuh, mereka akan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Dari edukasi, aksi kemanusiaan, hingga penguatan identitas kota, semuanya dapat berjalan beriringan.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski dukungan pemerintah sudah terlihat, tantangan ke depan tetap ada. Konsistensi kegiatan, pengelolaan organisasi komunitas, serta sinergi lintas sektor perlu terus dijaga. Pemerintah diharapkan tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi juga menyediakan ruang dialog dan fasilitasi.
Di sisi lain, komunitas juga dituntut menjaga citra positif dengan disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan. Kolaborasi hanya akan berjalan baik jika kedua pihak saling menjaga kepercayaan.
Pontianak sebagai Kota Ramah Komunitas
Dukungan Wali Kota Pontianak terhadap komunitas menjadi sinyal bahwa kota ini ingin tumbuh sebagai ruang yang ramah bagi inisiatif warga. Komunitas bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari ekosistem pembangunan kota.
Dengan keterlibatan aktif komunitas, Pontianak berpotensi menjadi contoh kota yang mampu memadukan kebijakan pemerintah dengan gerakan warga secara harmonis.
Kesimpulan
Dukungan Wali Kota Pontianak terhadap pertumbuhan komunitas menunjukkan pendekatan pembangunan yang inklusif dan partisipatif. Melalui kegiatan seperti aksi sosial komunitas motor, nilai persaudaraan, kemanusiaan, dan ketertiban dapat berjalan beriringan.
Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas membuka ruang bagi lahirnya gerakan positif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, komunitas di Pontianak tidak hanya tumbuh, tetapi turut membangun kota secara nyata dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform ketapangnews.web.id
