Gubernur Kalbar Ajak Ibu Cegah Radikalisme

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak Dharma Wanita Persatuan (DWP) untuk memperkuat peran keluarga dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan premanisme. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan seminar yang menyoroti pentingnya peran keluarga di tengah tantangan era digital.

Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, terutama dalam menghadapi arus informasi yang semakin terbuka melalui teknologi.

Peran Ibu Jadi Kunci Utama

Dalam arahannya, Ria Norsan menegaskan bahwa peran ibu sangat strategis dalam membentengi anak dari pengaruh negatif, khususnya yang datang dari penggunaan gadget.

Ibu dinilai memiliki posisi penting dalam mengawasi aktivitas digital anak, termasuk menyaring informasi yang dikonsumsi sehari-hari. Pengawasan ini menjadi langkah awal untuk mencegah masuknya paham radikal di lingkungan keluarga.

Peran tersebut tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga pembinaan nilai dan karakter sejak dini.

Ancaman Radikalisme di Era Digital

Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan akses informasi, namun juga membawa risiko yang tidak bisa diabaikan. Penyalahgunaan media sosial kerap menjadi pintu masuk penyebaran paham intoleransi dan radikalisme.

Data menunjukkan ribuan konten bermuatan radikalisme masih beredar di ruang digital. Hal ini menjadi ancaman serius jika tidak diimbangi dengan edukasi dan pengawasan yang tepat di lingkungan keluarga.

Kondisi ini menuntut keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak saat berinteraksi dengan dunia digital.

Pentingnya Pendidikan Karakter

Selain pengawasan, pendidikan karakter menjadi aspek penting yang ditekankan. Ria Norsan mengingatkan bahwa pengasuhan anak tidak boleh hanya fokus pada kemampuan teknologi.

Nilai moral, akhlak, dan pemahaman agama harus menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang kuat dan berintegritas.

Dengan keseimbangan antara pendidikan teknologi dan karakter, anak diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar.

Keluarga sebagai Pilar Keharmonisan

Gubernur juga menekankan pentingnya membangun keluarga yang harmonis dan religius. Konsep keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dinilai menjadi dasar kuat dalam menjaga persatuan masyarakat.

Lingkungan keluarga yang sehat akan menciptakan individu yang lebih siap menghadapi berbagai pengaruh negatif dari luar.

Hal ini menjadikan keluarga sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Wujud Kepedulian Sosial

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas dalam masyarakat, sekaligus menegaskan peran DWP tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam kehidupan sosial.

Kesimpulan

Ajakan Gubernur Kalimantan Barat kepada Dharma Wanita Persatuan menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mencegah radikalisme. Di tengah derasnya arus informasi digital, pengawasan, pendidikan karakter, dan keharmonisan keluarga menjadi kunci utama.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan lingkungan keluarga dapat menjadi benteng kuat dalam menjaga generasi masa depan.

Baca Juga : Posko Karhutla Kalbar Diaktifkan Antisipasi El Nino

Cek Juga Artikel Dari Platform : ketapangnews

You may also like...